Wapenja.com/Pandeglang — Bangkai seekor paus berukuran sangat besar ditemukan terdampar di pesisir Pantai Kampung Ciapu, Desa Tanjungan, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Banten. Penemuan ini terjadi pada Senin, 2 November 2026, sekitar pukul 14.30 WIB.
Paus tersebut sudah dalam kondisi mati saat pertama kali dilihat oleh warga.Panjang tubuh paus diperkirakan mencapai 22 meter dengan berat sekitar 900 kilogram. Ukuran yang tidak biasa ini langsung menarik perhatian warga sekitar, sehingga banyak yang berdatangan ke tepi pantai untuk melihat satwa laut tersebut.
Warga Temukan, Polairud Langsung Turun ke Lokasi
Warga Kampung Ciapu yang pertama kali melihat bangkai itu segera melaporkannya ke pihak berwenang. Personel Kapal XXIII-1004 Polairud Binuangeun langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan tersebut.
Komandan Kapal XXIII-1004 Polairud Binuangeun, Bripka Tomi Triawan, membenarkan penemuan itu.
“Benar ditemukan jenis paus yang cukup besar dalam kondisi terdampar. Panjangnya kurang lebih 22 meter dan beratnya sekitar 900 kilogram,” ujar Tomi.
Jenis Paus Dilindungi, Evakuasi Sedang Disiapkan
Pihak kepolisian tidak menangani sendirian. Polairud langsung berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Loka Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (PSPL) Serang.
Tujuannya agar penanganan dan evakuasi bangkai paus dilakukan dengan benar dan sesuai prosedur.Berdasarkan keterangan dari PSPL Serang, jenis paus yang ditemukan termasuk satwa laut yang dilindungi oleh peraturan yang berlaku. Oleh karena itu, penanganannya harus dilakukan secara khusus agar tidak menimbulkan masalah bagi lingkungan sekitar maupun bagi masyarakat.
Warga Diminta Tidak Mengambil Bagian Paus
Hingga saat ini, pihak berwenang masih menyiapkan langkah evakuasi. Belum diketahui secara pasti penyebab kematian paus tersebut. Pemerintah daerah melalui dinas terkait juga turut dipanggil untuk membantu proses penanganan.
Warga diimbau agar tidak mengambil bagian apa pun dari bangkai paus, mengingat statusnya sebagai satwa yang dilindungi serta demi alasan kebersihan dan kesehatan lingkungan pantai. Pihak berwenang akan mengumumkan perkembangan terbaru terkait proses evakuasi dan hasil identifikasi jenis paus ini setelah pemeriksaan selesai dilakukan. (Red)












