Wapenja.com/ – Sebanyak 11.261 personel Polda Metro Jaya diterjunkan untuk mengawal aksi penyampaian pendapat yang digelar sejumlah elemen masyarakat di sekitar Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Selasa (6/10/2026). Ribuan aparat disiapkan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan sekaligus memastikan aksi tetap berlangsung aman dan terkendali.
Pengamanan besar-besaran ini bukan tanpa alasan. Polisi mengantisipasi potensi gangguan keamanan di tengah konsentrasi massa yang diperkirakan memadati kawasan DPR/MPR. Meski demikian, Polda Metro Jaya menegaskan pendekatan yang digunakan tetap humanis, dialogis, dan terukur, dengan hak masyarakat menyampaikan aspirasi tetap menjadi perhatian utama.
Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya Brigjen Pol La Ode Aries El Fathar mengatakan seluruh personel telah mendapat arahan agar menjalankan tugas secara profesional dan tidak mudah terpancing situasi di lapangan.
La Ode menegaskan bahwa penyampaian pendapat merupakan hak konstitusional setiap warga negara. Karena itu, polisi tidak hanya bertugas mengamankan massa, tetapi juga memastikan ruang demokrasi tetap berjalan tanpa mengorbankan keamanan masyarakat.
Pesan tegas juga disampaikan kepada seluruh personel yang diterjunkan. Polisi diminta tidak terprovokasi oleh situasi apa pun yang berkembang selama aksi berlangsung.
“Tugas kita adalah menjaga agar kegiatan berjalan aman dan tertib, sehingga lingkungan sekitar juga tetap kondusif,” katanya.
Selain pengamanan massa, aparat juga melakukan langkah antisipasi terhadap kemungkinan adanya benda berbahaya, termasuk benda tajam maupun barang lain yang berpotensi mengganggu keamanan.
Polda Metro Jaya turut menyiapkan rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi aksi. Sejumlah ruas jalan, termasuk kawasan Jalan Gatot Subroto dan jalan di sekitar kompleks DPR/MPR RI, menjadi perhatian aparat.
Rekayasa arus kendaraan akan diberlakukan secara situasional. Artinya, pola pengaturan lalu lintas dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti eskalasi massa dan kondisi aktual di lapangan.
Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto memastikan keberadaan ribuan polisi bukan untuk membatasi ruang demokrasi.
Sebaliknya, Polri ingin memastikan penyampaian aspirasi tetap berlangsung tanpa berubah menjadi gangguan keamanan.
“Polri hadir untuk menjaga ruang demokrasi agar dapat berjalan aman dan tertib. Pada saat yang sama, hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat harus tetap terjaga,” ujar Budi.
Polisi pun mengimbau seluruh peserta aksi dan masyarakat di sekitar kawasan DPR/MPR untuk sama-sama menjaga ketertiban.












