Todd Boehly Tinggalkan Chelsea, Kendali Klub Beralih ke Clearlake Capital

Sumber foto dari GLYN KIRK / AFP.

Wapenja.com/London – Era Todd Boehly di Chelsea resmi memasuki akhir cerita. Setelah sekitar empat tahun memimpin klub asal London tersebut, Boehly tak lagi menjadi pemegang kendali utama The Blues.

Perubahan kepemilikan itu terjadi setelah Boehly bersama Mark Walter dan Hansjorg Wyss melepas 12,8 persen saham Chelsea kepada Clearlake Capital. Kesepakatan tersebut membuat posisi pengendali klub beralih kepada kelompok yang dipimpin Behdad Eghbali dan Jose Feliciano.

Dengan transaksi tersebut, Boehly resmi kehilangan status sebagai pemilik utama Chelsea. Langkah ini sekaligus menandai berakhirnya era konsorsium yang sebelumnya mengambil alih klub dari Roman Abramovich pada 2022.

Dalam pernyataan yang dimuat laman resmi Chelsea, Boehly menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepadanya untuk memimpin salah satu klub besar Inggris tersebut.

“Merupakan suatu kehormatan bisa menjabat sebagai Ketua Chelsea FC. Saya ingin berterima kasih kepada banyak pihak yang telah membantu mengamankan masa depan cerah klub ini,” ujar Boehly.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Premier League, jajaran pelatih dan pemain, staf, jajaran pimpinan klub, hingga para pendukung Chelsea.

“Saya yakin Chelsea berada di posisi yang baik untuk meraih kesuksesan di bawah kepemimpinan Clearlake,” katanya.

Nilai transaksi saham yang dilepas Boehly dan koleganya belum diketahui secara pasti. Namun, perubahan kepemilikan tersebut menjadi salah satu babak terbesar dalam perjalanan Chelsea setelah era Abramovich.

Menurut laporan BBC, rencana perubahan kepemilikan tersebut disebut telah dipertimbangkan Boehly dan Walter sejak Agustus. Pembicaraan di antara kelompok pemilik Chelsea kabarnya mulai berlangsung setelah muncul keretakan internal pada 2024.

Kini, setelah proses tersebut berujung pada transaksi saham, Clearlake Capital mendapatkan kendali yang lebih besar atas klub.

Transfer dan Pergantian Pelatih Jadi Sorotan

Selama era Boehly, Chelsea tak lepas dari kontroversi. Salah satu perhatian terbesar tertuju pada kebijakan transfer klub yang menghabiskan dana besar untuk mendatangkan sejumlah pemain.

Pergantian pelatih yang cukup sering juga menjadi bagian dari perjalanan Chelsea di bawah kepemilikan Boehly. Kebijakan tersebut memunculkan perdebatan mengenai arah proyek jangka panjang klub.

Meski demikian, periode tersebut juga menghasilkan sejumlah prestasi.

Chelsea berhasil meraih gelar Liga Konferensi Eropa dan Piala Dunia Antarklub pada 2025. Di Premier League, pencapaian terbaik mereka pada era Boehly terjadi pada musim 2024/2025 ketika Chelsea finis di posisi keempat.

Namun, performa pada musim berikutnya mengalami penurunan. Chelsea hanya mengakhiri kompetisi di peringkat ke-10 sehingga gagal tampil di kompetisi Eropa musim ini.

Kini, Chelsea memasuki fase baru. Pergantian kendali di tingkat pemilik akan menjadi tantangan tersendiri bagi klub untuk menentukan arah kebijakan, baik dalam pengelolaan tim maupun strategi bisnis.

Setelah era Boehly berakhir, perhatian pun tertuju pada bagaimana Clearlake Capital membawa Chelsea menghadapi babak baru perjalanan klub dari Stamford Bridge.