Wapenja.com/Bandung – SMK Pariwisata Telkom Bandung yang beralamat di Jalan Palasari No. 1, Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat, mengawali Tahun Ajaran 2026/2027 dengan capaian positif. Selain berhasil memenuhi kuota penerimaan peserta didik baru sebanyak 158 siswa melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), sekolah juga menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang berfokus pada penguatan karakter Pancawaluya dan budaya sekolah GRAPES sebagai bekal peserta didik menghadapi dunia kerja maupun pendidikan tinggi, Rabu (15/7/2026).
Pelaksanaan MPLS turut dihadiri Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Jawa Barat, Asep Yudi Mulyadi, S.STP., M.A.P. Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi kepada seluruh peserta didik baru yang telah berhasil menjadi bagian dari SMK Pariwisata Telkom Bandung.
Menurutnya, SMK Pariwisata Telkom Bandung merupakan salah satu sekolah unggulan yang telah terintegrasi dengan dunia usaha dan dunia industri.

Ia mengatakan, banyak lulusan SMK Pariwisata Telkom Bandung yang berhasil terserap di dunia industri, melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, maupun sukses menjadi wirausaha. Karena itu, ia mengajak seluruh peserta didik baru untuk memanfaatkan kesempatan belajar dengan sungguh-sungguh, membangun karakter yang kuat, disiplin, serta terus meningkatkan kompetensi agar mampu bersaing di masa depan.

Asep Yudi Mulyadi juga mengapresiasi pelaksanaan MPLS yang mengedepankan penguatan karakter Pancawaluya sesuai dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Menurutnya, pendidikan karakter sejak hari pertama sekolah menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam kompetensi, tetapi juga memiliki integritas, etika, dan kepedulian sosial.
Kepala SMK Pariwisata Telkom Bandung, Wawan, S.Kom., M.T., mengatakan kuota penerimaan siswa baru tahun ini berhasil terpenuhi sesuai target. Sebanyak 158 siswa kelas X diterima dan terbagi ke dalam tiga kelas Program Kuliner, satu kelas Usaha Layanan Pariwisata, dan satu kelas Perhotelan.
“Untuk kuota siswa baru pada SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 di SMK Pariwisata Telkom Bandung terpenuhi sebanyak 158 siswa kelas X. Jurusan Kuliner tiga kelas, Usaha Layanan Pariwisata satu kelas, dan Perhotelan satu kelas. Tahun ini jumlah pendaftar meningkat. Seluruh calon peserta didik mengikuti tahapan seleksi yang meliputi tes dan wawancara sebagai bagian dari proses penerimaan untuk memastikan kesiapan, minat, serta potensi mereka sesuai dengan kompetensi keahlian yang dipilih,” ujar Wawan.
Menurutnya, meningkatnya jumlah pendaftar menunjukkan bahwa pendidikan vokasi di bidang pariwisata masih menjadi pilihan masyarakat karena menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Hal tersebut sekaligus menjadi bukti kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang diberikan SMK Pariwisata Telkom Bandung.
Usai proses SPMB selesai, sekolah langsung melaksanakan MPLS selama lima hari.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi momentum penting dalam membentuk karakter peserta didik baru.
Pelaksanaan MPLS tahun ini mengacu pada arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui penguatan karakter Pancawaluya, yaitu Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer, yang diharapkan mampu membentuk generasi muda yang sehat secara fisik dan mental, berakhlak baik, berintegritas, cerdas, serta tanggap menghadapi berbagai tantangan.
Kaur Ekstrakurikuler dan Pembinaan Prestasi SMK Pariwisata Telkom Bandung, Astri Supriatin, S.Pd., yang juga menjadi Ketua Pelaksana MPLS, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan dirancang agar siswa baru mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah sekaligus memahami nilai-nilai karakter yang akan menjadi bekal selama menempuh pendidikan.
“Pelaksanaan MPLS tahun ini kami selaraskan dengan arahan Gubernur Jawa Barat terkait penguatan karakter Pancawaluya. Kami ingin siswa tidak hanya unggul secara akademik dan keterampilan, tetapi juga memiliki karakter yang kuat sebagai bekal menghadapi masa depan,” ujarnya.
Selain menanamkan nilai-nilai Pancawaluya, sekolah juga memperkuat budaya khas melalui karakter GRAPES, yaitu Greeting & Grooming, Respect, Attitude, Performance & Professional, Endurance & Eager to Serve, dan Smile. Budaya tersebut telah menjadi identitas sekolah dan diterapkan dalam proses pembelajaran maupun praktik industri.
“Karakter yang kami kuatkan selaras dengan ciri khas SMK Pariwisata Telkom, yaitu GRAPES yang meliputi Greeting & Grooming, Respect, Attitude, Performance & Professional, Endurance & Eager to Serve, dan Smile. Nilai-nilai ini menjadi dasar dalam membentuk lulusan yang siap bekerja di industri pariwisata dan perhotelan,” kata Astri.

Selama MPLS berlangsung, peserta didik baru memperoleh berbagai materi dari guru maupun narasumber eksternal yang berasal dari unsur kepolisian, tenaga kesehatan, pelaku industri pariwisata, hingga alumni SMK Pariwisata Telkom Bandung yang telah sukses berkarier di berbagai bidang. Sekolah juga mengangkat tema kesehatan, ekologi, dan keberlanjutan sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda yang peduli terhadap lingkungan serta memiliki kepedulian sosial.
Menurut Astri, suasana belajar yang menyenangkan menjadi salah satu keunggulan sekolah. Pembelajaran di SMK Pariwisata Telkom Bandung menerapkan komposisi sekitar 70 persen praktik dan 30 persen teori, sehingga siswa memiliki pengalaman langsung sesuai kebutuhan industri.
Data sekolah menunjukkan bahwa dalam sepuluh tahun terakhir sekitar 50 persen lulusan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, sedangkan 50 persen lainnya langsung bekerja. Untuk mendukung hal tersebut, sekolah memperkenalkan program OPES (One Pipe Education System) yang membuka peluang bagi lulusan untuk melanjutkan pendidikan ke Telkom University melalui jalur yang telah disiapkan sekolah.
Selain itu, sekolah juga memiliki program BMW (Bekerja, Melanjutkan, dan Wirausaha) sebagai arah pengembangan lulusan. Melalui program ini, siswa memperoleh pengalaman praktik industri mulai semester tiga hingga semester lima di berbagai perusahaan mitra, termasuk hotel bintang tiga, empat, dan lima. Sekolah juga memberikan pendampingan bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan maupun berwirausaha melalui program inkubasi bisnis.

Keterlibatan siswa dalam pelaksanaan MPLS juga terlihat melalui peran aktif pengurus OSIS. Ketua OSIS SMK Pariwisata Telkom Bandung, Tegar Wiratama, mengatakan pihaknya membantu memperkenalkan budaya sekolah, tata tertib, serta nilai-nilai karakter kepada peserta didik baru agar mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan memahami budaya GRAPES sebagai identitas SMK Pariwisata Telkom Bandung.
Salah seorang peserta MPLS, Nazla, mengaku memilih SMK Pariwisata Telkom Bandung karena reputasinya yang baik di bidang pendidikan vokasi, fasilitas yang lengkap, lingkungan belajar yang nyaman, serta sistem pembelajaran yang lebih banyak praktik dibandingkan teori.
“Berdasarkan hasil psikologi dan komunikasi dengan orang tua, saya memilih SMK Pariwisata Telkom Bandung karena reputasinya baik, fasilitasnya lengkap, lingkungan sekolahnya nyaman, dan pembelajarannya lebih banyak praktik dibandingkan teori.”
Saya ingin meningkatkan kompetensi diri agar siap menghadapi dunia kerja,” ujarnya.
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sekolah swasta, Wawan berharap pemerintah terus menghadirkan kebijakan yang memberikan kesempatan yang setara bagi sekolah swasta dan sekolah negeri dalam sistem penerimaan peserta didik baru.
“Kami berharap ada persamaan kesempatan antara sekolah swasta dan sekolah negeri karena memiliki tujuan yang sama, yaitu mencerdaskan anak bangsa dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Sekolah swasta juga berkontribusi besar terhadap dunia pendidikan, termasuk dalam menjaga keberlangsungan tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan ekosistem ekonomi yang ada di dalamnya,” pungkas Wawan.
Melalui pelaksanaan MPLS yang mengedepankan karakter Pancawaluya dan budaya GRAPES, serta didukung berbagai program unggulan seperti OPES (One Pipe Education System) dan BMW (Bekerja, Melanjutkan, dan Wirausaha), SMK Pariwisata Telkom Bandung berharap seluruh peserta didik baru mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah, memiliki karakter unggul, mengembangkan kompetensi sesuai bidangnya, serta siap melanjutkan pendidikan, memasuki dunia kerja, maupun menjadi wirausaha di masa depan.












