SMK Bahagia Bandung Sambut 92 Siswa Baru, Tegaskan Komitmen Ramah dan Anti-Perundungan

Selamat datang bagi seluruh siswa baru SMK Bahagia Bandung. Semoga perjalanan pendidikan ini menjadi bekal berharga untuk masa depan yang lebih cerah, penuh prestasi, dan bermanfaat bagi masyarakat.

 

Wapenja.com/Bandung SMK Bahagia Bandung mengawali tahun ajaran 2026/2027 dengan penuh semangat melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Sebanyak 92 siswa baru resmi bergabung, termasuk 19 siswa dari program Sekolah Swasta Kerjasama (SSK) yang berasal dari wilayah Bandung Raya, Rabu (15/7). Kehadiran mereka tidak hanya menambah warna baru di lingkungan sekolah, tetapi juga memperkuat komitmen lembaga dalam mendukung program kependudukan serta membangun generasi muda yang peduli terhadap isu sosial dan keberlanjutan.

MPLS Ramah kali ini dirancang dengan pendekatan ramah, inklusif, dan anti-perundungan, sebuah pesan tegas bahwa sekolah ingin menciptakan ruang belajar yang aman dan nyaman bagi semua siswa. Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai pengenalan lingkungan fisik sekolah, tetapi juga sebagai wadah pembentukan karakter, penanaman nilai kebersamaan, serta penguatan sikap disiplin dan tanggung jawab.

Fokus pendidikan di SMK Bahagia Bandung terletak pada tiga kompetensi keahlian unggulan: Perhotelan, Tata Boga, dan Teknik Komputer Jaringan (TKJ). Bidang-bidang ini dipilih untuk menjawab kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang, sekaligus membuka peluang bagi siswa agar siap bersaing di industri jasa, kuliner, maupun teknologi informasi. Dengan kurikulum berbasis keterampilan praktis, sekolah menekankan pentingnya keseimbangan antara penguasaan teknis dan pembentukan sikap profesional.

Kepala SMK Bahagia Bandung, Jojo Sudarjo, S.E., M.M., dalam sambutannya menyampaikan harapan besar bagi para siswa baru. “Kami ingin seluruh siswa mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah, mengembangkan potensi diri, dan tumbuh menjadi pribadi yang mandiri serta siap kerja. MPLS bukan sekadar pengenalan, tetapi fondasi awal untuk membentuk generasi yang berkompeten, berintegritas, dan memiliki daya saing tinggi,” ujarnya.

Jojo juga menekankan bahwa sekolah berkomitmen penuh untuk menciptakan suasana belajar yang bebas dari praktik perundungan. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari keterampilan akademik atau teknis, tetapi juga dari kemampuan siswa untuk menjalin hubungan sosial yang sehat, menghargai perbedaan, dan menumbuhkan solidaritas. “Kami ingin lulusan SMK Bahagia Bandung tidak hanya unggul dalam keterampilan, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan etika kerja yang tinggi,” tambahnya.

Dengan dukungan tenaga pendidik profesional, fasilitas pembelajaran yang memadai, serta program pembinaan karakter, MPLS di SMK Bahagia Bandung diharapkan menjadi pengalaman awal yang inspiratif bagi siswa baru. Kehadiran siswa program SSK semakin memperkuat peran sekolah dalam mendukung kebijakan kependudukan, sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.