Wapenja.com/Cibinong, Kab. Bogor – Kabupaten Bogor menegaskan posisinya sebagai pionir dalam perang melawan narkotika dengan memperingati Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2026 sekaligus menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Akselerasi Fasilitator Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Acara yang berlangsung di Ruang Serbaguna I Sekretariat Daerah ini menjadi simbol komitmen kuat pemerintah daerah bersama BNN Kabupaten Bogor untuk memperkuat benteng masyarakat terhadap ancaman narkoba.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menegaskan bahwa dengan jumlah penduduk lebih dari 6 juta jiwa dan wilayah yang terbuka, Kabupaten Bogor menghadapi tantangan besar dalam upaya pencegahan narkoba. “Perang melawan narkoba tidak bisa hanya menjadi tugas BNN atau aparat penegak hukum. Ini adalah tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Kita harus menggunakan semangat perang terhadap narkoba, bukan sekadar pencegahan biasa, karena dampaknya menghancurkan masa depan generasi bangsa,” tegas Ajat, Jumat (26/6/2026).

Ia menambahkan, Pemkab Bogor di bawah kepemimpinan Bupati Bogor berkomitmen penuh mendukung seluruh program P4GN. Salah satu langkah nyata adalah program “Kami Mendengar”, di mana kepala perangkat daerah, camat, hingga lurah turun langsung ke sekolah-sekolah sebagai pembina upacara. Selain memberikan edukasi mengenai bahaya narkoba, program ini juga membuka ruang aspirasi bagi dunia pendidikan, sehingga suara pelajar dan guru dapat menjadi bagian dari strategi pencegahan.
Kepala BNN Kabupaten Bogor, Kombes Pol. Anggun Cahyono, menegaskan bahwa Kabupaten Bogor menjadi daerah pertama di Indonesia yang melaksanakan Bimtek Fasilitator P4GN sejak program ini diluncurkan oleh BNN RI bersama Kementerian Desa. “Alhamdulillah, berkat dukungan Pemerintah Kabupaten Bogor, daerah ini menjadi pionir pelaksanaan Bimtek Fasilitator P4GN. Kami berharap langkah ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia dalam memperkuat pencegahan narkoba berbasis masyarakat,” ujarnya.
Sebanyak

Mereka akan menjadi ujung tombak dalam memberikan edukasi, melakukan deteksi dini, serta memperkuat ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkoba. Desa dan Kelurahan Bersinar (Bersih Narkoba) diharapkan menjadi model komunitas yang tangguh, dengan masyarakat yang aktif berpartisipasi menjaga lingkungan dari peredaran gelap narkotika.
Momentum HANI 2026 ini juga memperlihatkan sinergi lintas sektor. Hadir dalam kegiatan tersebut Brigjen Pol. Dr. Syamsul Bahar, M.Kes., Direktur Penguatan Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat BNN RI, bersama unsur Forkopimda, perangkat daerah, camat, kepala desa, lurah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan ini menegaskan bahwa perang melawan narkoba bukan hanya slogan, melainkan gerakan nyata yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
Dengan langkah pionir ini, Kabupaten Bogor tidak hanya memperingati HANI sebagai seremonial tahunan, tetapi menjadikannya momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi, membangun kesadaran kolektif, dan melindungi generasi muda sebagai aset pembangunan daerah dan bangsa.












