Sleman – Bertempat di halaman Panti Asuhan Sasana Kreatif Mandiri yang berlokasi di Sambilegi Lor, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, ratusan anak yatim dan tamu undangan khidmad ikuti rangkaian acara bertajuk Parade Puisi Muharram Syair dan Syiar, Kamis (25-6-2026).
Hadir dan tampil diacara tersebut sastrawan dan budayawan Yogyakarta K.H.Nasruddin Anshoriy (Gus Nas), Nyadi Kasmoredjo, Toto Sugiharto, Ummi Azzura Wijana. Juga tampil pendonggeng Kang Acep Yonny, Ki Tono Hadi, Kang Teguh Monolog dan Gus Abdurrahman Azzuuhdi.
Jadi Jajaran pengurus pengasuh dan pembina hadir Kepala Panti Kyai Hari Wijaya, S.S.,M.Si., Ketua Yayasan Ir. Sutanto Purwanugraha dan Ketua Dewan Pembina Yayasan Dr. (HC) R. Budi Ariyanto Surantono, S.Kom.,LL.M. yang akrab dipanggil Ayah Ariyo.
Potensi santri (anak Asuh) Panti Asuhan Sasana Kreatif Mandiri ditampilkan dalam parade penbacaan puisi yang sangat menyentuh hati. Satu persatu santri membacakan puisi yang indah dihadapan anak anak Yatim dan tamu undangan.
Rangkaian acara ditutup dengan santunan kepada 55 anak yatim baik yang berasal dari Panti Asuhan Sasana Kreatif Mandiri maupun anak anak Yatim yang tinggal disekitar Pedukuhan Sambilegi, Maguwoharjo, Depok, Sleman.
Kepada media, Kepala Panti Asuhan Sasana Kreatif Mandiri Kyai M.Hari Wijaya, S.S.,M.Si. menyatakan bahwa kegiatan ini adalah ajang melatih potensi santri dan sekaligus wujud kepedulian kepada anak anak yatim diluar panti yang akan menjadi agenda rutin tahunan.
Saat diminta tanggapannya Ketua Yayasan Sasana Kreatif Mandiri Ir.Sutanto Purwanugraha menyatakan siap mendukung kegiatan ini untuk dijadikan agenda rutin tahunan.
“Saya mendukung ini rutin dilakukan setiap malam 10 Muharram sebagai momentum Peringatan Hari Anak Yatim se Dunia dengan berbagai kepedulian dan kebahagiaan kepada anak anak yatim didalam maupun diluar panti”, ungkapnya.
Kegiatan yang dikemas santai dan interaktif ini membuat anak yatim yang hadir merasa senang dan bahagia. Karena selain mendapatkan Santunan dan bingkisan, mereka juga terhibur penampilan parade uisi yang dibacakan santri dan para pujangga yang luar biasa diacara tersebut.












