Wapenja.com/Cimahi – Pemerataan akses pendidikan kembali menjadi sorotan di Kota Cimahi. Bagi calon murid yang tidak tertampung di sekolah negeri, kini tersedia jalur alternatif melalui program Sekolah Swasta Kerjasama (SSK) yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan. Program ini hadir sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah untuk memastikan setiap anak tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA maupun SMK swasta, meski kapasitas sekolah negeri terbatas.
Skema kerja sama ini tidak hanya sekadar membuka pintu bagi siswa baru, tetapi juga menegaskan peran strategis sekolah swasta sebagai mitra pemerintah dalam menjaga keberlanjutan pendidikan. Dengan kuota khusus yang disiapkan, sekolah-sekolah swasta di Cimahi diharapkan mampu menjadi penyangga yang efektif, sehingga tidak ada anak yang terpaksa berhenti sekolah akibat keterbatasan daya tampung.
Selain itu, program ini juga mencerminkan upaya kolaboratif antara pemerintah dan pihak swasta dalam memperkuat sistem pendidikan di perkotaan. Kehadiran sekolah mitra memberikan jaminan bahwa akses pendidikan tidak lagi bergantung semata pada sekolah negeri, melainkan diperluas melalui dukungan lembaga swasta yang siap berkontribusi.
Daftar sekolah swasta mitra Dinas Pendidikan Jawa barat di Kota Cimahi:
- Jenjang SMA:
- SMA Budi Luhur – Cimahi Selatan
- SMA Muhammadiyah 1 – Cimahi Tengah
- SMA Kartika XIX-4 – Cimahi Tengah
- SMA Warga Bakti – Cimahi Selatan
- Jenjang SMK:
- SMK Pasundan 3 – Cimahi Selatan
- SMK TI Pembangunan – Cimahi Selatan
- SMK Wiraswasta – Cimahi Selatan
- SMK Plus Darussurur – Cimahi Selatan
- SMK Kes Surya Global – Cimahi Selatan
- SMK Tut Wuri Handayani – Cimahi Utara
- SMK Karya Bhakti Pudikpal – Cimahi Tengah
Dengan adanya daftar sekolah mitra ini, orang tua dan calon murid dapat lebih mudah menentukan pilihan pendidikan yang sesuai. Program ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa pendidikan adalah hak dasar yang harus dijamin, dan sekolah swasta kini tampil sebagai solusi konkret untuk menutup celah keterbatasan daya tampung negeri.












