Wapenja.com/Bogor – Upacara peringatan Hari Jadi Bogor ke-544 tingkat Kecamatan Megamendung berlangsung khidmat di Kantor Kecamatan Megamendung, Rabu (3/6/2026). Dimulai pukul 07.45 WIB, kegiatan ini dihadiri jajaran Forkompimcam, personel Polsek Megamendung Polres Bogor, TNI, Satpol PP, PNS, ibu-ibu PKK, guru, organisasi masyarakat, Pokdar Kamtibmas, serta pelajar dan pramuka. Kehadiran lintas elemen masyarakat ini memperlihatkan semangat kebersamaan dalam memperingati hari bersejarah bagi Kabupaten Bogor.
Kapolsek Megamendung AKP Desi Triana, S.H., M.H. bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan amanat Bupati Bogor Rudy Susmanto dengan tema “Serempak, Nyata Berdampak”. Tema tersebut menekankan pentingnya keselarasan niat, langkah, dan arah pembangunan berbasis tanggung jawab kolektif. Pesan ini menjadi relevan di tengah dinamika pembangunan daerah yang menuntut partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat.
Dalam sambutannya, AKP Desi menegaskan komitmen Polri untuk terus melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat dengan menjunjung nilai kejujuran, keberanian, dan integritas. Ia menekankan bahwa adaptasi terhadap perubahan zaman adalah keharusan, sehingga pelayanan yang responsif dan profesional harus menjadi landasan kerja kepolisian setiap hari. “Sinergi Polri, TNI, dan masyarakat adalah kunci menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Bogor,” tegasnya.
Momentum peringatan ini juga menjadi refleksi sejarah perjalanan Kabupaten Bogor, yang terbentuk sejak masa pemerintahan darurat tahun 1948–1949 di Pendopo Malasari di bawah kepemimpinan Bupati pertama Raden Ipik Gandamana. Dari sejarah panjang tersebut, masyarakat Bogor diingatkan untuk melanjutkan pembangunan menuju daerah yang asri, nyaman, aman, dan kondusif di bawah kepemimpinan Bupati Rudy Susmanto dan Wakil Bupati Ade Ruhandi.
Kasi Humas Polres Bogor IPDA Hamzah, S.H. turut mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan ke Call Center 021110 atau nomor aduan Polres Bogor 085971145352 bila menemukan gangguan kamtibmas, tindak kriminal, maupun indikasi perdagangan orang melalui perekrutan tenaga kerja ilegal. Peringatan ini menegaskan bahwa keamanan bukan hanya tugas aparat, tetapi juga tanggung jawab bersama warga.
Upacara di Megamendung menjadi simbol penguatan solidaritas antara aparat dan masyarakat. Kehadiran berbagai elemen, mulai dari pelajar hingga organisasi masyarakat, menunjukkan bahwa Hari Jadi Bogor bukan sekadar seremoni, melainkan momentum memperkokoh kebersamaan dan komitmen menjaga kondusifitas wilayah.












