Wapenja.com/Ciawi – Penyelenggaraan peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 di wilayah Kecamatan Ciawi menuai catatan kritis dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) setempat. Ketua KNPI Kecamatan Ciawi, Muhamad Yusril, S.I.Kom., menilai pelaksanaan tahunan ini belum memberikan porsi dan ruang yang layak bagi keterlibatan pemuda serta komunitas kreatif daerah.
Menurut Yusril, perayaan hari jadi daerah seharusnya menjadi momen strategis untuk menggalang kolaborasi sekaligus memberdayakan potensi warga, bukan sekadar menjadi agenda seremonial belaka yang partisipasi pemudanya belum terasa secara nyata. Ia menegaskan, Ciawi memiliki sumber daya pemuda yang luar biasa besar, baik dalam hal kreativitas, potensi ekonomi, maupun kekuatan komunitas, namun hal tersebut belum tergali maksimal dalam rangkaian acara.
“Jujur saja, penyelenggaraan HJB di sini belum membuka ruang yang cukup bagi pemuda untuk berperan secara strategis. Padahal kalau dilihat potensinya, pemuda Ciawi sangat mampu memberikan warna dan dampak positif, baik dari sisi ekonomi maupun seni budaya,” ungkap Yusril saat ditemui pada Kamis (27/5/2026).
Lebih lanjut ia menjelaskan, absennya pemuda dalam tahap perencanaan hingga pelaksanaan dikhawatirkan akan membuat makna HJB menjadi tumpul. Acara yang seharusnya menjadi wadah kebersamaan dan penggerak ekonomi lokal justru berisiko kehilangan esensinya jika elemen muda hanya dijadikan penambah semarak saja, tanpa keterlibatan substantif.
“Jika posisi pemuda hanya sebatas pelengkap acara, maka HJB kehilangan makna kolaborasinya. Perubahan cara pandang dalam mengelola kegiatan daerah seperti ini sangat kami harapkan,” tegasnya.
Oleh karena itu, KNPI Ciawi mendorong konsep penyelenggaraan ke depan menjadi lebih terbuka dan partisipatif. Keterlibatan aktif pemuda dan komunitas lokal harus didudukkan dalam peran penting, terutama dalam pengembangan ekonomi kreatif dan penyediaan ruang ekspresi bagi generasi muda.
Meskipun menyampaikan kritik, organisasi kepemudaan ini menegaskan sikap konstruktifnya. KNPI siap menjadi mitra strategis bagi Pemerintah Kecamatan Ciawi untuk menyusun konsep HJB yang lebih berdampak luas, inklusif, dan berfokus pada pemberdayaan masyarakat. Pihaknya pun berharap akan ada evaluasi menyeluruh terhadap pola pelaksanaan yang ada, agar di tahun-tahun mendatang semangat kolaborasi dan pembangunan kepemudaan benar-benar menjadi prioritas utama.












