Agus Flores Ingatkan Kapolda Sulteng Baru: Narkoba dan Tambang Ilegal Ancaman Nyata yang Harus Ditindak Tegas

Wapenja.com/Jakarta – Ketua Umum Fast Respon Counter Polri, Agus Flores, menyampaikan pesan mendalam dan serius kepada Kapolda Sulawesi Tengah yang baru saja menjabat. Sebagai putra asli daerah tersebut, ia meminta pimpinan kepolisian di wilayah itu untuk memberikan perhatian utama dan penanganan nyata terhadap dua masalah krusial yang kian mengkhawatirkan, yakni peredaran narkoba dan praktik tambang ilegal.

Agus menegaskan bahwa ia bukan sosok asing bagi Sulawesi Tengah. Meski memiliki darah keturunan Jawa dan Flores, ia lahir di Tompe Sirenja, menempuh pendidikan dasar hingga perguruan tinggi di daerah itu, serta dikenal luas sebagai alumni HMI Sulteng. Perjalanan karir politiknya pun bermula dari sana, mulai dari kader Partai Golkar di tingkat daerah hingga kini menjabat sebagai pengurus di tingkat pusat.

“Saya merantau ke Jakarta sejak 2001, sempat dipercaya memimpin YLKI Gorontalo, lalu diangkat menjadi pengacara di Jakarta pada 2015 dan masuk ke jajaran pengurus KBPP Polri Pusat. Hubungan baik juga terjalin dengan Presiden ke-6 dan ke-7 RI, termasuk Bapak Jokowi, serta kini saya menjabat Penasehat FKPPI Tanjung Priok,” ungkap Agus seraya menceritakan jejak pengabdiannya.

Perhatiannya terhadap kondisi daerah asal bukan tanpa alasan. Agus mengaku pernah mendapatkan arahan langsung dari Kapolri terkait upaya pemberantasan tambang ilegal di Sulawesi Tengah. Hal itulah yang memicu tanggung jawab moralnya untuk menyampaikan gambaran kondisi sesungguhnya di lapangan kepada Kapolda yang baru, agar penanganan dapat dilakukan secara tepat sasaran.

Ada dua persoalan utama yang menjadi sorotan tajamnya. Pertama, jaringan narkoba yang dinilai sudah sangat kuat, mengakar, dan mulai merusak tatanan generasi muda. Ia mengungkapkan keprihatinan mendalam karena anak-anak di sejumlah wilayah sudah mulai mengenal hingga mengonsumsi barang haram tersebut. Menurutnya, pembenahan harus dimulai dari internal kepolisian, mulai dari tingkat Polda hingga Polsek, dengan memastikan tidak ada oknum yang terlibat atau memberikan perlindungan.

Kedua, masalah tambang ilegal yang masih menjadi luka besar bagi daerah, terutama di wilayah Parigi Moutong. Agus menekankan bahwa kekuatan dan skala praktik ilegal di wilayah tersebut cukup besar dan harus menjadi fokus utama penindakan.

Agus Flores berharap, Kapolda Sulawesi Tengah yang baru dapat bekerja dengan tegas, berani, dan berpihak sepenuhnya pada kepentingan masyarakat. Langkah ini dinilainya sangat penting demi menyelamatkan masa depan generasi muda sekaligus menjaga wibawa dan marwah institusi Polri di mata rakyat.