Wapenja.com/ Bandung — Kepala Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah VII melakukan kunjungan ke SMK Yapari Aktripa Bandung yang berlokasi di Jl. Prof. Dr. Ir. Sutami No. 81–83, Kelurahan Sukarasa, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Kamis, 28 Januari 2026.
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala KCD Pendidikan Wilayah VII, Asep Yudi Mulyadi, S.STP., M.A.P., dan disambut oleh Kepala Sekolah SMK Yapari Aktripa Bandung, Iman Wilmansyah, S.E., M.M., beserta jajaran manajemen sekolah.
Dalam kegiatan pembinaan ini, tidak seluruh guru dapat menghadiri secara langsung karena sebagian masih melaksanakan tugas mengajar di kelas. Untuk itu, para wakil kepala sekolah hadir mewakili, yakni Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Dra. Sri Mulyani, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Sri Veni Oktaviani, S.Pd., serta Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Industri (Hubin) Wanti Juwita, S.Pd.

Dalam arahannya, Asep Yudi Mulyadi menegaskan bahwa setiap sekolah harus memiliki keunggulan yang berbeda sebagai identitas dan daya saing. Ia juga menekankan pentingnya aturan yang jelas dan disepakati bersama antara sekolah dan orang tua sejak pelaksanaan SPMB, agar tidak terjadi perbedaan persepsi dalam proses mendidik peserta didik.
Menurutnya, sekolah perlu melakukan perubahan pola pembelajaran menuju growth mindset. “Sekolah akan berjalan dengan baik ketika didukung oleh siswa dan orang tua yang berkualitas, manajemen sekolah yang profesional, serta tenaga pendidik yang kompeten,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa transformasi sekolah harus mengikuti perubahan zaman dengan tetap menjaga nilai kepercayaan melalui pelayanan pendidikan. Pelayanan pembelajaran harus dilakukan secara berkelanjutan melalui refleksi, evaluasi, serta keterbukaan dalam menerima sarana dan masukan.
“Perubahan memang sulit, tetapi bukan tidak mungkin. Kita bisa memulainya dari diri sendiri, memaksimalkan pendidikan secara menyeluruh atau kaffah, serta menjadikan sekolah sebagai pusat peradaban dengan aturan yang dipahami bersama oleh orang tua dan siswa,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Yapari Aktripa Bandung, Iman Wilmansyah, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan pembinaan yang diberikan oleh KCD Pendidikan Wilayah VII. Menurutnya, arahan tersebut menjadi penguatan bagi sekolah dalam melakukan transformasi pembelajaran dan tata kelola pendidikan.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas manajemen sekolah, pelayanan pembelajaran, serta membangun kolaborasi yang harmonis dengan orang tua. Pembinaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus beradaptasi dengan perubahan zaman,” ungkapnya.
Dari unsur kesiswaan, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Sri Veni Oktaviani, menilai pembinaan tersebut sangat relevan dalam memperkuat pembentukan karakter peserta didik.
“Pembinaan ini menjadi pengingat penting bagi kami bahwa pengelolaan kesiswaan tidak hanya fokus pada kedisiplinan, tetapi juga pada pembentukan karakter, sikap, dan pola pikir siswa. Kesepahaman antara sekolah, orang tua, dan siswa menjadi kunci agar proses pendidikan berjalan searah dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang guru SMK Yapari Aktripa Bandung menyebutkan bahwa arahan dari KCD Pendidikan Wilayah VII memberikan pemahaman baru bagi pendidik.
“Arahan ini membuka wawasan kami, khususnya dalam menerapkan growth mindset serta membangun kesepahaman antara sekolah, siswa, dan orang tua. Hal ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan pembelajaran dan menjaga kepercayaan masyarakat,” tuturnya.
Melalui kunjungan ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara KCD Pendidikan Wilayah VII dan SMK Yapari Aktripa Bandung dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan yang adaptif, berkarakter, dan relevan dengan kebutuhan zaman.












