Wapenja.com/Qatar – Nama Indonesia kembali berkibar di panggung internasional. Tim Antasena dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Shell Eco-marathon Qatar 2026 yang digelar 21-25 Januari 2026 lalu di Sirkuit Lusail, Qatar.
Melalui inovasi mobil Falcon 3.0 berbasis hydrogen fuel cell, tim ini sukses meraih 1st Place Technical Innovation Award serta 2nd Place Prototype Hydrogen Fuel Cell. Dua penghargaan bergengsi tersebut menegaskan bahwa kreativitas, riset, dan ketekunan mahasiswa Indonesia mampu bersaing dengan tim-tim elite dari berbagai negara.
Falcon 3.0 mencatatkan efisiensi luar biasa: mampu menempuh jarak hingga 498 kilometer hanya dengan 1 meter kubik gas hidrogen. Angka ini bukan sekadar pencapaian teknis, melainkan simbol dari masa depan transportasi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Teknologi hydrogen fuel cell yang dikembangkan Antasena ITS menunjukkan bahwa solusi energi ramah lingkungan dapat diwujudkan melalui inovasi anak bangsa.
Prestasi gemilang ini sekaligus mengantarkan Antasena ITS lolos ke Shell Eco-marathon Global Championship 2027, ajang puncak yang mempertemukan inovator terbaik dunia. Kesuksesan tersebut menjadi kebanggaan bagi Indonesia, sekaligus inspirasi bagi generasi muda untuk terus berinovasi, berkontribusi dalam pengembangan teknologi hijau, dan membuktikan bahwa kampus-kampus di tanah air mampu menghasilkan karya kelas dunia.
Lebih dari sekadar kemenangan, pencapaian ini juga menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memperkuat posisi dalam riset energi terbarukan. Antasena ITS telah menunjukkan bahwa mahasiswa bukan hanya peserta kompetisi, tetapi juga pionir yang membawa visi besar tentang masa depan mobilitas global.












