Siapakah Lulusan SMK Terbaikmu? Segera Daftar! Perusahaan RUSAL Buka Peluang Kerja dengan Pelatihan Gratis dan Gaji hingga Rp 43,8 Juta/Bulan

Menteri P2MI Mukhtarudin saat menerima kunjungan kehormatan Dubes Rusia untuk Indonesia Sergey Gennadievich Tolchenov di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta Selatan, Senin 26 Januari 2026. (Foto: Humas KP2MI)

Wapenja.com/Jakarta, 29 Januari 2026 – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) telah menyetujui kerja sama strategis dengan perusahaan aluminium asal Rusia, RUSAL, yang akan membuka peluang pelatihan dan kerja bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Indonesia di Rusia. Program ini menjadi bagian dari inisiatif “SMK Go Global” yang juga termasuk dalam “Quick Win” Presiden Prabowo Subianto, bertujuan untuk melatih dan menempatkan lulusan SMK terampil di pasar tenaga kerja internasional dengan perlindungan yang memadai.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Drs. H. Mukhtarudin menyampaikan bahwa kerja sama ini sejalan dengan visi pemerintah dalam mengubah orientasi penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari sektor domestik ke sektor profesional dengan keahlian menengah hingga tinggi. Hal ini juga menjadi upaya optimalisasi bonus demografi besar yang dimiliki Indonesia, sementara Rusia dinilai sebagai mitra strategis yang dapat menyerap tenaga kerja terampil dari Indonesia.

Kerjasama ini telah disepakati dalam pertemuan antara Menteri Mukhtarudin dengan Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov serta perwakilan RUSAL Alexey Mirsky di Jakarta pada Senin (26/1/2026).

Perwakilan RUSAL Alexey Mirsky menyampaikan bahwa perusahaan berencana merekrut 50 lulusan SMK terbaik Indonesia. Para calon peserta akan mengikuti program pendidikan dan pelatihan di Rusia yang berlangsung selama dua tahun, yaitu satu tahun pelatihan bahasa Rusia dan satu tahun pemantapan keahlian teknis pada lima bidang utama, yakni konstruksi, permesinan, ilmu material, transportasi, dan energi listrik. Setelah menyelesaikan pendidikan dan pelatihan tersebut, mereka akan mendapatkan kontrak kerja selama lima tahun di sektor pengelasan. Jika berhasil mencapai “grade” 6 sesuai standar Rusia, para pekerja berpotensi mendapatkan gaji hingga 200 ribu rubel Rusia atau setara dengan Rp 43,8 juta per bulan.

Selain itu, kontrak kerja yang diberikan akan menggunakan skema “knowledge sharing”, di mana 25 orang akan bekerja di Rusia dan 25 orang lainnya akan ditempatkan di kantor perwakilan atau proyek strategis Rusia di Indonesia. KP2MI juga akan berkoordinasi dengan beberapa kementerian terkait seperti Kementerian Perindustrian dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk memastikan bahwa lulusan program ini dapat langsung terintegrasi ke dalam proyek-proyek strategis nasional setelah menyelesaikan masa pendidikan dan kerja mereka.

Untuk mendukung keberhasilan program ini, KP2MI akan melakukan penyelarasan kurikulum vokasi, khususnya di bidang pengelasan, agar sesuai dengan standar industri Rusia. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa lulusan SMK Indonesia memiliki keterampilan dasar yang kuat sebelum melanjutkan pendidikan dan pelatihan di Rusia.

Proses rekrutmen peserta diharapkan akan dimulai pada Mei 2026 dengan target pemberangkatan pada September 2026. Saat ini, pihak KP2MI bersama dengan Kedutaan Besar Rusia dan perwakilan RUSAL sedang menyusun nota kesepahaman serta proposal kerja sama teknis yang akan menjadi dasar pelaksanaan program ini.