SNBP 2026: Antara Kesempatan dan Keterbatasan, Siswa Dipaksa Bijak Memilih Prodi

Wapenja.com – Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 kembali digelar mulai 3 Februari, membuka pintu bagi ribuan siswa SMA/MA/SMK untuk melangkah ke perguruan tinggi negeri. Namun di balik euforia pendaftaran, tersimpan dilema yang tak ringan: bagaimana menentukan program studi (prodi) yang tepat di tengah aturan ketat dan persaingan sengit.

Aturan SNBP menetapkan bahwa jika siswa memilih dua prodi, salah satunya harus berada di provinsi asal sekolah. Ketentuan ini dimaksudkan untuk menjaga pemerataan penerimaan mahasiswa di daerah, tetapi bagi sebagian siswa justru terasa membatasi. “Saya ingin mencoba kampus di luar Jawa Barat, tapi tetap harus ada pilihan di provinsi asal. Rasanya ruang gerak jadi sempit,” keluh Dimas, siswa SMK di Cirebon (21/01/2026).

Kebingungan juga muncul dari keterbatasan daya tampung. Prodi populer seperti kedokteran, teknik informatika, dan psikologi selalu menjadi rebutan. “Kalau salah strategi, bisa gagal. Padahal minat saya jelas di kedokteran,” kata Rani, siswi kelas XII SMA Negeri di Bandung. Situasi ini membuat siswa harus menimbang bukan hanya minat, tetapi juga peluang realistis berdasarkan kuota dan rekam jejak penerimaan.

Pengamat pendidikan menilai SNBP kini menjadi ujian kedewasaan bagi siswa. “Mereka dituntut untuk tidak sekadar bermimpi, tetapi juga memahami peta persaingan dan daya tampung. Ini melatih kemampuan mengambil keputusan yang matang,” ujar dosen di universitas negeri Jakarta.

Di sisi lain, kebijakan ini menimbulkan pertanyaan lebih luas: apakah sistem seleksi benar-benar memberi kesempatan yang adil bagi siswa di daerah? Sebagian pihak menilai aturan provinsi asal justru memperkuat ketimpangan, karena kampus unggulan di luar daerah tetap sulit dijangkau. “Pemerataan tidak boleh berarti pembatasan,” tegas seorang aktivis pendidikan.

Dengan pendaftaran berlangsung hingga 18 Februari, siswa kini berpacu dengan waktu. SNBP 2026 bukan sekadar seleksi akademik, melainkan arena di mana generasi muda diuji dalam hal strategi, keberanian, dan kebijaksanaan menentukan masa depan.