Sri Mulyani di Gates Foundation: Pengakuan Dunia atau Sekadar Jabatan Bergengsi?

Mantan Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani ditunjuk sebagai anggota Dewan Pengurus Bill & Melinda Gates Foundation. (foto instagram @smindrawati)

Wapenja.com/Jakarta – Penunjukan Sri Mulyani Indrawati sebagai anggota Dewan Pengurus Bill & Melinda Gates Foundation pada Januari 2026 menjadi sorotan publik internasional. Mantan Menteri Keuangan Indonesia ini bergabung dengan salah satu lembaga filantropi terbesar di dunia setelah menuntaskan masa jabatannya di pemerintahan pada September 2025.

Poin-Poin Penting

  • Karier Baru: Sri Mulyani dikenal sebagai ekonom senior dengan rekam jejak panjang dalam pengelolaan keuangan negara, reformasi fiskal, dan keterlibatannya di lembaga internasional seperti Bank Dunia.
  • Posisi Strategis: Gates Foundation mengelola dana miliaran dolar untuk program kesehatan global, pendidikan, dan pengentasan kemiskinan. Kehadiran Sri Mulyani di jajaran pengurus menambah perspektif dari negara berkembang yang sering menjadi target program yayasan.
  • Isu Kompensasi: Publik Indonesia ramai membicarakan besaran gaji yang diterima Sri Mulyani. Meski angka pastinya belum diungkap, posisi di Gates Foundation biasanya disertai kompensasi kompetitif, sejalan dengan tanggung jawab global yang diemban.
  • Sorotan Publik: Penunjukan ini dianggap sebagai pengakuan atas kontribusi Sri Mulyani di tingkat internasional sekaligus membuka babak baru kiprahnya di dunia filantropi.

Bill & Melinda Gates Foundation dikenal sebagai salah satu lembaga filantropi paling berpengaruh di dunia, dengan fokus pada eradikasi penyakit menular, peningkatan akses pendidikan, serta inovasi pertanian di negara-negara berkembang. Dengan masuknya Sri Mulyani, yayasan ini memperkuat representasi dari Asia Tenggara, kawasan yang masih menghadapi tantangan besar dalam kesehatan masyarakat dan ketimpangan ekonomi.

Langkah Sri Mulyani bergabung dengan Gates Foundation memperlihatkan transisi penting dari peran birokrasi ke ranah filantropi global. Hal ini juga menegaskan posisi Indonesia di panggung internasional melalui tokoh-tokoh yang diakui dunia. Kehadirannya berpotensi membawa perspektif baru tentang bagaimana kebijakan fiskal dan tata kelola negara dapat bersinergi dengan program filantropi untuk menciptakan dampak berkelanjutan.