Dalam rangka meningkatkan literasi keuangan dan kesadaran masyarakat terhadap Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah, KKM 20 Kiara, Universitas Primagraha berkolaborasi dengan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah (KPw) Provinsi Banten menyelenggarakan kegiatan bertajuk Serang Cerdas dengan tema Sosialisasi CBP Rupiah, Perlindungan Konsumen, dan Sistem Pembayaran. Kegiatan ini digelar di lingkungan Yayasan Insan Azkia yang dipimpin oleh Dr. H. M. Jaya, M.Pd. selaku Kepala Yayasan, dengan melibatkan langsung siswa-siswi tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang dikepalai oleh Bpk. Agus Kholili, S.Ag., dan Madrasah Aliyah (MA) yang dikepalai oleh Rifki Hadi Maulana, M.M., M.Pd. sebagai peserta utama.
Kolaborasi antara Bank Indonesia, mahasiswa KKM 20 Kiara Universitas Primagraha, dan pihak yayasan ini menjadi bentuk sinergi nyata antara dunia perbankan, akademisi, dan lembaga pendidikan dalam membangun generasi muda yang melek finansial sejak dini. Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan teoretis, tetapi juga pemahaman praktis yang dapat diterapkan langsung dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua Kelompok KKM 20 Kiara, Nanang Kosim, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini. “Kami sangat bersyukur dapat menjembatani dan berkolaborasi langsung dengan Bank Indonesia KPw Provinsi Banten untuk menghadirkan materi yang sangat berharga ini bagi adik-adik siswa. Literasi keuangan adalah bekal penting agar generasi muda tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga cerdas dalam mengelola keuangan dan bijak menggunakan alat pembayaran yang sah. Semoga ilmu yang disampaikan dapat bermanfaat dan menjadi bekal masa depan mereka,” ujar Nanang.
Sementara itu, Kepala MTs Insan Azkia, Bpk. Agus Kholili, S.Ag., memberikan sambutan hangat dan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. “Kami menyambut baik dan mengapresiasi langkah mahasiswa KKM serta Bank Indonesia yang telah hadir berbagi wawasan di madrasah kami. Pemahaman tentang uang Rupiah, cara menjaga keasliannya, hingga cara bertransaksi yang aman sangat penting kami tanamkan kepada siswa. Hal ini akan membentuk karakter mereka menjadi pribadi yang teliti, bertanggung jawab, dan cinta terhadap mata uang negara sendiri,” tegasnya.
Kegiatan ini lahir dari semangat “Cinta, Bangga, Paham Rupiah”, sebuah gerakan yang mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak hanya menggunakan Rupiah dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga memahami secara mendalam nilai, fungsi, dan cara menjaga keasliannya. Selain itu, para siswa juga diajak untuk menjadi konsumen yang cerdas sejak usia sekolah, yang memahami hak dan kewajibannya dalam setiap transaksi keuangan, serta mengenal sistem pembayaran digital yang aman dan resmi di tengah pesatnya perkembangan teknologi finansial saat ini.
Untuk memberikan pemahaman yang komprehensif, kegiatan ini diisi tiga sesi materi utama yang disampaikan langsung oleh narasumber-narasumber berpengalaman dari Bank Indonesia:
1. Sistem Pembayaran (QRIS) disampaikan oleh Miftahul Janah, membahas secara mendalam tentang Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai sistem pembayaran digital nasional. Para siswa diajak memahami cara kerja, manfaat, serta keamanan penggunaan QRIS dalam transaksi sehari-hari, sekaligus bagaimana teknologi ini mendukung inklusi keuangan di kalangan generasi muda.
2. Ciri-ciri Keaslian Uang Rupiah (CBP) disampaikan oleh Ifan Apriana, materi ini mengupas tuntas tentang Ciri-ciri, Bahan, dan Pengaman (CBP) uang Rupiah. Para siswa diberikan edukasi langsung mengenai cara mengenali keaslian uang Rupiah melalui metode Dilihat, Diraba, dan Diterawang (3D), guna membekali mereka dengan kewaspadaan terhadap peredaran uang palsu sejak dini.
3. Perlindungan Konsumen disampaikan oleh Roswanty Sihombing, sesi ini membahas hak dan kewajiban konsumen dalam sistem keuangan, termasuk bagaimana siswa dapat melindungi diri dari praktik-praktik yang merugikan dalam transaksi keuangan, serta ke mana harus mengadu apabila menemukan permasalahan terkait produk dan jasa keuangan di kemudian hari.
Melalui rangkaian materi dan kolaborasi ini, Bank Indonesia KPw Provinsi Banten bersama KKM 20 Kiara Universitas Primagraha berharap dapat menanamkan pemahaman sejak dini kepada siswa-siswi MTs dan MA Yayasan Insan Azkia mengenai pentingnya menjaga dan menggunakan Rupiah dengan bijak, menjadi konsumen yang cerdas dan kritis, serta memanfaatkan sistem pembayaran digital secara aman dan bertanggung jawab. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata sinergi antara lembaga negara, perguruan tinggi, dan lembaga pendidikan dalam membangun ekosistem keuangan yang inklusif, aman, dan terpercaya bagi generasi penerus bangsa.












