Wapenja.com/Ciawi – Semangat pendidikan karakter dan religius terus digelorakan oleh SDN Negeri 2 Cibedug, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor. Setiap pagi, siswa-siswi sekolah ini rutin melaksanakan Sholat Dhuha berjamaah di lapangan sekolah. Kegiatan tersebut bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari pembiasaan yang bertujuan menanamkan kedisiplinan, akhlak mulia, serta istiqomah dalam beribadah sejak usia dini (30/7/2026).
Tradisi ini menjadi ciri khas sekolah yang beralamat di Jl. Babakan Ciaul RT 004 RW 006 Desa Cibedug. Dengan suara lantunan doa yang menggema di udara pagi, suasana religius terasa begitu kental, mencerminkan komitmen sekolah dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat dan berakhlak baik.
Namun, semangat itu harus berhadapan dengan keterbatasan sarana. Lapangan sekolah yang masih berupa tanah menimbulkan debu saat digunakan, sehingga kurang nyaman bagi siswa maupun guru, terutama ketika cuaca panas. Kondisi ini bukan hanya mengganggu pelaksanaan ibadah, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan seperti batuk atau sesak napas bagi anak-anak yang setiap hari beraktivitas di sana.
Kepala SDN Negeri 2 Cibedug, Muhajir, S.Pd., menyampaikan harapan besar kepada pemerintah dan pihak terkait agar dapat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi sarana sekolah. “Kami memohon dukungan dan bantuan untuk perbaikan lapangan sekolah. Dengan sarana yang memadai, kami yakin proses pembelajaran akan lebih maksimal. Siswa juga akan lebih nyaman dan istiqomah dalam melaksanakan pembiasaan Sholat Dhuha,” ujarnya penuh harap.
Pihak sekolah menegaskan bahwa perbaikan fasilitas bukan sekadar kebutuhan fisik, melainkan bagian penting dari upaya menjaga semangat religius dan karakter siswa. Dukungan dari pemerintah, masyarakat, maupun pihak swasta diharapkan dapat menjadi solusi agar SDN 2 Cibedug terus berkembang sebagai pusat pendidikan yang unggul di wilayah Desa Cibedug.
Meski dengan keterbatasan fasilitas, siswa tetap istiqomah melaksanakan Sholat Dhuha setiap hari. Konsistensi ini menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam membentuk generasi berkarakter dan religius, sekaligus mengingatkan bahwa pendidikan sejati tidak hanya lahir dari ruang kelas, tetapi juga dari pembiasaan nilai-nilai spiritual yang ditanamkan sejak dini.
Lebih jauh, kondisi ini juga membuka ruang refleksi tentang pentingnya perhatian pemerintah terhadap sekolah-sekolah di daerah. SDN 2 Cibedug adalah contoh nyata bagaimana semangat guru dan siswa bisa bertahan di tengah keterbatasan, namun tanpa dukungan sarana yang layak, cita-cita membangun generasi unggul bisa terhambat. Perbaikan lapangan bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga simbol kepedulian negara terhadap pendidikan karakter yang menjadi pondasi bangsa.












