Merajut Harmoni di Kampung Prisen: KKM 20 Kiara Universitas Primagraha Hadirkan Edukasi Berbalut Estetika

Serang, 20 Juli 2026 – Dalam upaya menerjemahkan Tridarma Perguruan Tinggi ke dalam langkah yang nyata, Kelompok Kerja Mahasiswa (KKM) 20 Kiara dari Universitas Primagraha menginisiasi sebuah pergerakan edukatif di tengah pusaran masyarakat. Bertempat di Kecamatan Walantaka, Kelurahan Kiara, tepatnya di Kampung Prisen RT 01/RW 03, para mahasiswa ini mengimplementasikan program bertajuk Ecoprint & Coloring Fun Day. Kegiatan ini bukan sekadar agenda akademis, melainkan sebuah jembatan untuk meleburkan sekat dan merajut harmoni antara entitas kampus dan napas kehidupan warga setempat.

Langkah pengabdian ini merupakan manifestasi dari program besar “Serang Cerdas”, sebuah visi yang dirancang untuk membangun ekosistem masyarakat yang berdaya guna. Melalui lokakarya ecoprint, KKM 20 Kiara berupaya menstimulasi produktivitas kaum ibu. Kegiatan ini ibarat menanam benih kreativitas di pekarangan rumah; ia tidak hanya sekadar mengisi waktu luang, tetapi juga mentransformasi bahan-bahan alam menjadi karya seni bernilai, sekaligus membuka wawasan mengenai kemandirian ekonomi pada skala rumah tangga.

Di sudut yang lain, semarak Coloring Fun Day hadir sebagai ruang pencerahan bagi anak-anak Kampung Prisen. Program ini didesain sebagai alternatif pedagogis yang membebaskan, memberikan anak-anak kertas untuk mengekspresikan imajinasi mereka di luar batasan tembok ruang kelas. Pewarnaan ini bukan hanya tentang menggoreskan pigmen pada kertas, melainkan sebuah upaya melukiskan kegembiraan dan menstimulasi perkembangan kognitif mereka melalui pendekatan yang memikat.

Resonansi dari kegiatan ini ternyata melampaui ekspektasi. Animo masyarakat Kampung Prisen mengalir deras, menciptakan gelombang antusiasme yang hangat. Kehadiran warga tidak sebatas sebagai partisipan, melainkan juga sebagai katalisator keramaian yang menghidupkan denyut nadi acara. Menariknya, daya pikat program ini turut merangkul para pemuda dan pemudi desa. Mereka hadir, melebur dalam ruang diskusi yang interaktif, dan bersinergi membangun atmosfer kolaboratif yang inklusif.

Dampak positif ini terefleksikan secara gamblang melalui pandangan masyarakat setempat. Mbok Risma, salah seorang warga Kampung Prisen, menuturkan bahwa inisiatif ini membawa embusan angin segar yang sangat edukatif. Bagi beliau, program ini bukan sekadar transfer ilmu, melainkan sebuah simpul yang mempererat kohesi sosial dan merekatkan benang silaturahmi antarwarga.

Selaras dengan sentimen tersebut, Nanang Kosim selaku Ketua KKM 20 Kiara memberikan refleksi yang mendalam. Ia memaknai kolaborasi Ecoprint & Coloring Fun Day ini sebagai “a token of remembrance” sebuah pengikat kenangan yang manis. Ini adalah jejak dedikasi yang ditinggalkan oleh para mahasiswa, layaknya sebuah prasasti tak kasat mata yang terukir dalam ingatan kolektif masyarakat Kampung Prisen.

Ayu Sri Wahyuni selaku narasumber pada kegiatan ecoprint&colouring fun menjelaskan “Saya berusaha untuk terus mendampingi warga dari awal proses hingga selesai, karena ecoprint ini butuh ketelitian di setiap tahapnya. Saya berharap program kerja ini dapat memberikan semangat baru bagi masyarakat sekaligu mendukung pemberdayaan ekonomi dan kepedulian lingkungan di Kelurahan Kiara,”

Pada akhirnya, tersemat sebuah asa dari keluarga besar KKM 20 Kiara Universitas Primagraha. Harapannya, percikan inisiatif dari program ini tidak padam begitu saja, melainkan terus menyala sebagai pemantik kegiatan yang produktif, sarat akan nilai edukasi, dan senantiasa menghadirkan kegembiraan yang hakiki bagi seluruh lapisan masyarakat Kampung Prisen.

(Red)