Polrestabes Bandung Terapkan Rekayasa Lalu Lintas Empat Zona Usai Laga Penutup BRI Super League

Wapenja.com/Bandung – Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Bandung menerapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama Kota Bandung pasca pertandingan penutup BRI Super League yang mempertemukan Persib Bandung melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (23/5/2026). Langkah ini diambil guna mengurai kepadatan dan mengamankan arus kepulangan pendukung yang dikenal sebagai Bobotoh.

Kepala Urusan Pembinaan Operasi (KBO) Satlantas Polrestabes Bandung, AKP Deden Juandi, menjelaskan fokus utama pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas berada di kawasan yang kerap menjadi titik berkumpul pendukung, yakni sekitar Dago-Sulanjana, Dago-Cikapayang, serta kawasan Flyover Pasupati.

“Kita antisipasi pergerakan massa setelah meninggalkan stadion, sehingga pengaturan arus diarahkan agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di titik-titik tersebut,” ujar Deden.

Untuk mengatasi kepadatan, pihak kepolisian membagi wilayah rekayasa menjadi empat zona pengaturan, dengan penekanan pengalihan hanya untuk kendaraan roda empat, sementara sepeda motor tetap diperbolehkan melintas seperti biasa.

Pada zona utara, kendaraan dari arah utara yang hendak ke selatan, timur, atau barat dialihkan melewati Jalan Hasanudin, Teuku Umar, Dipatiukur hingga Pranatayudha ke arah timur. Sementara kendaraan yang menuju arah barat diarahkan lewat Jalan Ganesa, Tamansari, hingga sekitar Babakan Siliwangi.

Berbeda halnya di zona selatan, kendaraan roda empat yang bergerak ke arah utara sudah diarahkan berbelok sejak Simpang Merdeka-Riau atau kawasan BIP hingga ke Taman Radio. Alur alternatif lain dari arah selatan juga disiapkan lewat Jalan Taman Radio, Rangga Gading, Tamansari bawah, hingga berlanjut ke Jalan Wastukencana.

Sementara itu, akses menuju Flyover Mochtar Kusumaatmadja atau Pasupati ditutup sepenuhnya bagi kendaraan dari arah barat. Kendaraan yang berasal dari kawasan Dr Djunjunan, Hasan Sadikin, maupun jalur Pasteur-Cihampelas dialihkan melewati Jalan HOS Cokroaminoto dan jalur bawah lainnya. “Jadi tidak ada kendaraan yang diizinkan naik ke flyover,” tegas Deden.

Terakhir, untuk zona timur, pengalihan arus dimulai dari Lampu Merah Sentot-Surapati menuju Jalan Sentot dan Diponegoro ke arah timur. Kendaraan dari arah Diponegoro yang hendak ke barat pun dialihkan lewat Jalan Trunojoyo, Sultan Tirtayasa, Sultan Agung, hingga keluar kembali ke Jalan Riau.

Deden menegaskan, seluruh skema ini dirancang agar tidak ada kendaraan roda empat yang bergerak menuju titik pusat keramaian pendukung, sehingga keamanan dan kelancaran lalu lintas di pusat kota tetap terjaga pasca pertandingan.