Legenda “Burung Pipit Mamboro” Kembali Bertugas: Jejak Ketegasan Irjen Pipit Rismanto Kini Menjaga Jawa Barat  

Wapenja.com/Bandung – Penunjukan Irjen Pol Pipit Rismanto sebagai Kapolda Jawa Barat menjadi sorotan utama, tak hanya di kalangan institusi kepolisian, namun juga bagi para tokoh dan aktivis yang pernah menyaksikan langsung cara kerjanya di masa lalu. Bagi para aktivis senior angkatan 1999 di Sulawesi Tengah, kabar ini membawa kembali ingatan akan sosok tegas yang dijuluki sebagai “Burung Pipit Mamboro” — nama yang melekat kuat dan menyimpan banyak cerita sejarah keamanan di wilayah tersebut.

Julukan unik itu lahir saat Irjen Pipit masih bertugas sebagai anggota muda Korps Brimob di Markas Mamboro, Palu. Kawasan itu kala itu dikenal memiliki karakter yang keras dan dinamis, bahkan letaknya bersandingan langsung dengan Rumah Sakit Jiwa Mamboro. Di tengah lingkungan yang penuh tantangan itulah, nama “Burung Pipit Mamboro” menjadi sebutan khusus yang hanya dipahami maknanya oleh mereka yang pernah berinteraksi langsung dengannya: lambang keberanian, ketegasan, dan disiplin tinggi dalam menjaga ketertiban.

Para aktivis pergerakan era 99 masih mengingat betul bagaimana sosok Pipit bertindak. Dalam setiap situasi panas atau demonstrasi besar, satu perintah tegas dari dirinya sudah cukup membuat massa berpikir ulang dan mundur secara tertib. Ia dikenal memiliki prinsip tanpa kompromi terhadap gangguan keamanan, namun ada satu hal yang selalu diingat: ketegasannya tidak pernah berubah menjadi penindasan.

“Beliau memang keras dan lugas, tapi hatinya luas. Kami para mahasiswa tidak pernah merasakan dikriminalisasi atau ditahan sembarangan. Bahkan sering kali kami diajak bekerja sama untuk menjaga ketenangan kota,” kenang salah satu aktivis senior yang pernah sering berhadapan, lalu bekerja sama dengan satuan yang dipimpin Pipit.

Selain sebagai “Burung Pipit Mamboro”, nama Irjen Pipit juga akrab disapa dengan sebutan lain, yaitu “Palungku Gajah Mada”. Sebutan ini bermula dari hobi dan bakatnya bermain bola voli di lingkungan Maesa, di mana ia dikenal memiliki pukulan atau smash yang sangat keras dan sulit dibendung — cerminan dari karakter dirinya yang berani dan tak mudah dikalahkan.

Bagi masyarakat Sulawesi Tengah, wajah tegas serta tatapan tajamnya menjadi simbol aparat lapangan yang berwibawa. Konon, siapa pun yang berniat mengganggu keamanan atau sulit diatur akan langsung ciut nyalinya begitu berhadapan dengan Irjen Pipit.

Kini, kepercayaan Kapolri menempatkannya sebagai pemimpin di Polda Jawa Barat dinilai sebagai langkah yang sangat tepat dan strategis. Wilayah Jawa Barat yang memiliki tantangan keamanan beragam, mulai dari kasus jalanan hingga peredaran narkoba yang masif, dinilai sangat cocok ditangani oleh sosok yang memiliki rekam jejak berani dan tegas seperti Irjen Pipit.

“Kalau si ‘Burung Pipit Mamboro’ sudah terbang dan bertugas memimpin Jawa Barat, pastinya para pelaku kejahatan sudah mulai menghitung hari. Mereka tahu betul bagaimana sosok yang satu ini bekerja,” ujar seorang aktivis tua sambil tersenyum bangga.

Bagi para aktivis angkatan 99 di Sulawesi Tengah, pengangkatan ini bukan sekadar rotasi jabatan biasa. Irjen Pol Pipit Rismanto adalah bagian dari sejarah, bukti nyata bahwa sosok aparat yang tegas namun tetap menghargai prinsip keadilan dan masyarakat, akan selalu dikenang dan dipercaya untuk memikul tanggung jawab besar menjaga keamanan negeri.