Wapenja.com/Bandung – Dinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar) resmi memulai uji coba terbatas aplikasi Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA, SMK, dan SLB Tahun 2026 dengan melibatkan perwakilan kabupaten/kota di seluruh Jawa Barat.
Uji coba ini bukan sekadar simulasi teknis, melainkan langkah strategis untuk memastikan sistem digital yang akan digunakan dalam penerimaan siswa baru benar-benar ramah pengguna. Kepala Disdik Jabar, Purwanto, menegaskan bahwa aplikasi pendidikan harus memiliki prinsip dasar: sederhana, jelas, dan mudah diakses oleh semua kalangan, baik operator sekolah maupun orang tua siswa. “Aplikasi yang baik bukan hanya canggih, tetapi juga harus bisa dipahami oleh siapa pun yang menggunakannya,” tegasnya.
Melalui sistem ini, sekitar 826 ribu lulusan SMP dan MTs di Jawa Barat akan terdata secara otomatis. Data tersebut akan menjadi fondasi penting bagi pemetaan pendidikan menengah, sehingga pemerintah dapat melihat distribusi lulusan, kebutuhan sekolah, serta potensi ketimpangan antarwilayah. Dengan demikian, kebijakan pendidikan dapat lebih tepat sasaran dan berbasis data.
Masukan dari operator sekolah menjadi elemen krusial dalam tahap uji coba. Mereka adalah pihak yang berhadapan langsung dengan sistem, sehingga pengalaman mereka akan menentukan penyempurnaan aplikasi. Disdik Jabar menekankan bahwa keterlibatan operator bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari proses kolaboratif untuk membangun sistem pendidikan yang lebih inklusif dan adaptif.
Selain itu, Disdik Jabar menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Sosialisasi lebih lanjut mengenai SPMB SMA, SMK, dan SLB Jabar akan diumumkan melalui media sosial serta situs resmi disdik.jabarprov.go.id, sehingga masyarakat dapat mengikuti perkembangan secara transparan.












