Wapenja.com/Bandung Barat – Kondisi memprihatinkan melanda Sekolah Dasar Negeri (SDN) Girimukti yang berlokasi di Kampung Rajamandala, RT 3 RW 12, Desa Mandalamukti, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat. Bangunan sekolah yang rusak parah dan nyaris ambruk membahayakan keselamatan ratusan siswa dan para guru. Kerusakan masif terjadi hampir di seluruh area sekolah, dengan tingkat keparahan tertinggi berada di ruang kelas I.
Ruang kelas I sama sekali tidak dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) karena sebagian atap bangunan telah runtuh. Kondisi ini memaksa para siswa untuk belajar di tempat lain, sementara ruang kelas lainnya juga menunjukkan tanda-tanda pelapukan.
Lebih mengkhawatirkan lagi, ruang kelas IV diduga mengalami pergerakan tanah. Hal ini terlihat dari lantai kelas yang retak dan terlihat ambles, menambah daftar panjang ancaman bahaya di SDN Girimukti.
Asep Ramdan (43), seorang guru kelas VI di SDN Girimukti, mengungkapkan bahwa kerusakan bangunan ini sangat berdampak pada aktivitas belajar siswa. “Kami hanya punya 5 ruangan kelas untuk 7 rombongan belajar (rombel),” ujarnya. Akibat kekurangan ruang kelas, kegiatan belajar siswa kelas I dan II terpaksa dilaksanakan secara bergantian di ruang kelas II.
Menurut Asep, kerusakan pada ruang kelas I sudah mulai terjadi sekitar tahun 2021. “Bahkan sudah ada runtuhan,” tambahnya saat ditemui di ruang guru SDN Girimukti (16/04). Situasi ini menuntut perhatian serius dari pihak terkait untuk segera melakukan perbaikan demi menjamin keamanan dan kelancaran pendidikan bagi para siswa SDN Girimukti.












