Wapenja.com/Bandung Barat – Ratusan hari setelah bencana longsor mengguncang Desa Pasir Langu, Kabupaten Bandung Barat, akhirnya ada langkah konkret untuk menangani dampak psikologis yang dialami oleh para penyintas. Program pemulihan trauma yang diselenggarakan oleh Lintas Healing Center digelar pada Jumat (28/2), dengan tujuan membantu mereka mengatasi rasa takut dan kecemasan akibat peristiwa tersebut.
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Adriana Eko Susanti, S.Psi., CH, CHT, MNLP, berlangsung di rumah warga yang selamat dari longsor. Tidak hanya didukung oleh Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat dan Provinsi Jawa Barat, program ini juga mendapatkan bantuan dari LDP Kemensos, Komnas Perlindungan Anak, Pramuka Peduli Kabupaten Bogor, serta Dinas Sosial Kabupaten Bogor.
17 Penyintas Ikuti Terapi, Belum Pernah Dapat Bantuan Psikologis
Sebanyak 12 orang dewasa dan 5 anak-anak menjadi peserta dalam program ini. Seluruhnya belum pernah mendapatkan penanganan trauma sejak peristiwa longsor terjadi, padahal mereka mengalami berbagai gangguan psikologis.
“Para penyintas merasa cemas tinggi, takut berlebihan saat hujan turun atau terdengar bunyi gemuruh, dan sulit merasa aman di lingkungan sekitar. Beberapa bahkan sempat tertimbun material longsor sebelum diselamatkan,” jelas Adriana.
Kombinasi Metode Terapi Berikan Dampak Positif
Tim menerapkan pendekatan konseling individu, terapi kelompok, dan aktivitas pemulihan emosional yang disesuaikan untuk dewasa dan anak-anak. Untuk anak-anak digunakan permainan terapeutik, sedangkan dewasa mengikuti diskusi dan latihan relaksasi.
Hasilnya menunjukkan perubahan yang signifikan. Beberapa peserta menyampaikan bahwa perasaan cemas mereka mulai berkurang dan kondisi emosional menjadi lebih baik setelah mengikuti sesi terapi.
Berikan Pendampingan pada Prosesi Pemakaman Korban
Tak hanya terapi, tim juga mendampingi penyintas dan keluarga korban dalam prosesi pemakaman jenazah korban longsor yang belum teridentifikasi pada hari yang sama. Pendampingan ini menjadi bagian dari dukungan psikososial untuk membantu mereka menjalani proses berduka.
“Kegiatan ini diharapkan menjadi awal bagi pemulihan kehidupan sosial masyarakat Pasir Langu. Sinergi lintas lembaga ini menunjukkan kepedulian bersama terhadap dampak psikologis akibat bencana,” ujar perwakilan Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat.












