KCD Wilayah VII Lakukan Pembinaan dan Tinjau Sarana Prasarana di SMA–SMK Sumatra 40 Bandung

Foto bersama KCD Wil . Vll dan Civitas SMA dan SMK Sumatra 40 Bandung. (red/ist)

Wapenja.com/BandungCabang Dinas Pendidikan (Cadisdik) Wilayah VII Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Asep Yudi Mulyadi, S.STP., M.A.P., melaksanakan kunjungan pembinaan ke SMA dan SMK Sumatra 40 Bandung yang berlokasi di Jl. Pahlawan No. 21, Kelurahan Cihaurgeulis, Kecamatan Cibeunying Kaler, Kota Bandung, Jawa Barat. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 29 Januari 2026, bertempat di aula sekolah, dengan tujuan menyamakan persepsi arah pendidikan serta memperkuat peran sekolah sebagai pusat pembelajaran, pelayanan pendidikan, dan pembentukan karakter peserta didik.

Dalam pembinaannya, Asep Yudi Mulyadi menegaskan bahwa sekolah merupakan lembaga pelayanan jasa pendidikan yang harus memberikan layanan secara maksimal. Menurutnya, kualitas layanan yang baik akan berdampak pada tumbuhnya kepercayaan masyarakat.

Sambutan Awal Kegiatan Pembinaan KCD Wilayah VII, Yudi Mulyadi, S.STP., M.A.P. (red/ist)

“Sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar formal, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran dan pusat pembentukan karakter peserta didik. Oleh karena itu, pelayanan kepada peserta didik harus diberikan secara maksimal,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya penerapan pola pikir bertumbuh (growth mindset) di lingkungan sekolah. Salah satu langkah strategisnya adalah membuka ruang bagi siswa untuk memberikan penilaian dan kritik yang membangun kepada guru sebagai bahan evaluasi dan perbaikan kualitas pembelajaran.

Kepala SMA: Utami Dewi, S,P.d., KCD Wil. VII: Asep Yudi Mulyadi, S.STP., M.A.P., Direktur Yayasan SMA SMK Sumatra 40 Bandung: Budi Stya Putranto,S.H., dan Kepala SMK : Riyadi, S.Kom. (red/ist)

“Untuk mencapai perubahan, tenaga pendidik perlu mendapatkan umpan balik dari siswa melalui penilaian dan kritik yang membangun sebagai bahan pembenahan dan evaluasi berkelanjutan,” ujarnya.

Selain itu, KCD Wilayah VII menegaskan pentingnya pendidikan karakter melalui kedisiplinan. Penerapan tata tertib sekolah dan tata tertib kelas dinilai sebagai fondasi pembentukan tanggung jawab, etika, akhlak, dan adab peserta didik.

Dalam kesempatan tersebut, KCD Wilayah VII juga mendorong sekolah swasta untuk memiliki keunggulan dan ciri khas agar mampu bersaing secara sehat dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Antusiasme Guru SMA dan SMK Sumatra 40 Bandung dalam Pembinaan KCD Wilayah VII. (red/ist)

Selain kegiatan pembinaan, KCD Wilayah VII turut meninjau sarana dan prasarana sekolah.

Peninjauan ini dipandu langsung oleh Direktur SMA–SMK Sumatra 40 Bandung, Budi Setya Putranto, S.H., yang memperlihatkan berbagai fasilitas pendukung pembelajaran sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu layanan pendidikan.

Budi Setya Putranto menyampaikan komitmen sekolah untuk terus meningkatkan mutu layanan dan pembinaan karakter.

Peninjauan Sarana Prasarana KCD Wilayah VII di SMA–SMK Sumatra 40 Bandung didampingi Direktur Yayasan. (red/ist)

“Kami berkomitmen menjadikan sekolah sebagai pusat pembelajaran dan pusat karakter peserta didik. Keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari tumbuhnya akhlak dan adab yang baik pada siswa,” ujarnya.

Kepala SMA Sumatra 40 Bandung, Utami Dewi, S.Pd., menegaskan pihaknya akan terus mengoptimalkan keunggulan sekolah serta memperkuat koordinasi dan sinergi dengan pemangku kebijakan pendidikan.

“Kami akan selalu mengoptimalkan berbagai keunggulan sekolah serta terus berkoordinasi dan bersinergi dengan Dinas Pendidikan dan KCD Wilayah VII. Kolaborasi ini menjadi kunci peningkatan mutu layanan dan pembinaan karakter peserta didik,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala SMK Sumatra 40 Bandung, Riyadi, S.Kom., menegaskan bahwa pendidikan kejuruan diarahkan untuk menyiapkan lulusan dengan beragam pilihan masa depan.

Berbincang santai KCD Wilayah VII bersama manajemen sekolah usai pembinaan. (red/ist)

“Lulusan SMK tidak hanya dipersiapkan untuk bekerja, tetapi juga didorong untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi serta memiliki jiwa wirausaha,” jelasnya.

Dari unsur pendidik, Resti Rosita, S.Pd., perwakilan guru sekaligus pembawa acara kegiatan, menyampaikan bahwa pembinaan KCD Wilayah VII menjadi penguatan profesionalisme guru.

“Pembinaan ini memotivasi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan pembinaan karakter siswa, serta menjalankan tugas secara profesional dan humanis,” ujarnya.

Melalui pembinaan dan peninjauan sarana prasarana ini, diharapkan sinergi antara KCD Wilayah VII, manajemen sekolah, guru, dan peserta didik semakin kuat dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan berdaya saing.