BSU Guru Madrasah dan Tendik Cair, 211 Ribu Penerima Tersenyum

Wapenja.com – Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) resmi mencairkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi guru dan tenaga kependidikan (GTK) madrasah non-ASN. Direktur GTK Madrasah, Fesal Musaad, menyampaikan bahwa bantuan senilai Rp600 ribu ini bersumber dari anggaran tahun 2025 yang diperkuat melalui belanja tambahan.

Sebanyak 211.992 penerima tercatat dalam program BSU 2025, terdiri dari:

  • 186.148 guru madrasah non-ASN
  • 25.844 tenaga kependidikan madrasah non-ASN

Dana tersebut langsung masuk ke rekening masing-masing penerima yang tersebar di seluruh Indonesia. Fesal menegaskan, program ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan madrasah non-ASN.

Konteks dan Dampak:
BSU ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi para pendidik dan tenaga kependidikan, terutama di tengah naiknya biaya hidup dan kebutuhan sehari-hari. Program ini juga menjadi bukti komitmen pemerintah dalam mendukung kualitas pendidikan madrasah, yang selama ini sering bergantung pada dedikasi guru non-ASN dengan keterbatasan fasilitas dan kesejahteraan.

Selain itu, pencairan BSU ini menegaskan adanya keberpihakan negara terhadap sektor pendidikan berbasis keagamaan. Madrasah, sebagai lembaga pendidikan yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman, memegang peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan motivasi dan semangat para guru serta tenaga kependidikan semakin meningkat, sehingga kualitas pembelajaran di madrasah dapat lebih terjaga.

Program BSU juga menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menutup kesenjangan kesejahteraan antara ASN dan non-ASN. Meski nominal Rp600 ribu dianggap belum cukup untuk menjawab seluruh kebutuhan, langkah ini tetap dipandang sebagai bentuk pengakuan atas kerja keras para pendidik madrasah yang selama ini berjuang di garis depan pendidikan.