23 Prajurit TNI AL Terjaring Longsor di Cisarua Bandung Barat, 5 Dievakuasi dan Pencarian Masih Berlanjut

Wapenja.com/Kab. Bandung Barat – Sebanyak 23 prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) dilaporkan menjadi korban bencana tanah longsor yang melanda Desa Pasir Langu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat pada awal pekan ini. Hingga saat ini, sebanyak 5 di antaranya telah berhasil dievakuasi oleh tim gabungan SAR (Search and Rescue), sementara upaya pencarian untuk para prajurit yang masih hilang terus dilakukan secara maksimal.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama TNI Tunggul dalam keterangan pada Kamis (29/01) mengatakan, “lima jenazah prajurit TNI tersebut kini sudah diserahkan ke keluarga masing-masing. Para prajurit yang gugur di masa latihan Satgas tersebut juga dimakamkan secara militer, dengan ini TNI AL menyampaikan duka mendalam atas gugurnya 23 prajurit mereka dari Korps Marinir,” ujarnya.

Menurutnya TNI AL menjamin seluruh hak para prajurit yang gugur dan keluarga akan dipenuhi sepenuhnya.

Dalam upaya pencarian prajurit yang belum ditemukan, TNI AL mengerahkan 200 personel Marinir untuk mempercepat proses evakuasi.

 Kegiatan pencarian korban yang melibatkan berbagai elemen, antara lain TNI, Polri, Basarnas, BPBD Kabupaten Bandung Barat, serta relawan dari berbagai komunitas, telah memasuki hari ke-5 sejak kejadian terjadi. Kondisi medan yang berat akibat reruntuhan tanah dan lumpur yang tebal menjadi tantangan utama bagi tim SAR dalam menjalankan tugasnya.

Selain itu, cuaca yang tidak menentu dengan seringnya turunnya hujan juga memperlambat proses pencarian.

 Menurut informasi dari sumber terkait, kejadian longsor yang menimpa para prajurit TNI AL ini terjadi ketika mereka sedang melakukan kegiatan di lokasi tersebut. Sebelumnya, wilayah sekitar Desa Pasir Langu telah dikategorikan sebagai zona rawan longsor, terutama pada musim penghujan seperti saat ini. Curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari sebelum kejadian diperkirakan menjadi pemicu utama terjadinya longsoran.

 Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah menyiapkan anggaran sebesar Rp7,3 miliar dari Belanja Tak Terduga (BTT) APBD tahun 2026 untuk penanganan bencana ini selama masa tanggap darurat 14 hari yang telah ditetapkan.

Anggaran tersebut difokuskan pada tiga klaster utama, yaitu kesehatan, sosial, dan kebencanaan. Dalam klaster kesehatan, Dinas Kesehatan Jawa Barat telah menyiapkan suntik anti tetanus bagi relawan dan korban, serta menyediakan layanan kesehatan bagi pengungsi dan tim SAR di lokasi.