Perpecahan KNPI Malingping Tercatat 3 Tahun, Rencana Muscam Belum Temukan Solusi – Koalisi Malingping Plus Siap Berlawanan

Wapenja.com/Malingping, Lebak – Usaha untuk melaksanakan Musyawarah Kecamatan (Muscam) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Malingping masih belum mencapai titik solusi, padahal tujuan utama kegiatan tersebut adalah menghimpun kesatuan pemuda, mengedepankan asas kebersamaan, komitmen, dan mengenyampingkan egosentrime masing-masing pihak. Situasi ini semakin memburuk seiring dengan lamanya perpecahan yang telah merenggut KNPI cabang Malingping sejak tahun 2022.

Perpecahan ini bermula dari ketidakpuasan berbagai organ mahasiswa pada saat itu terhadap pelaksanaan Muscam yang mereka anggap dipengaruhi campur tangan orang tua. Pada acara tersebut, Ruki Riswanto ditetapkan sebagai Ketua Terpilih. Namun, pihak mahasiswa yang berbeda menyetujui pelaksanaan Muscam terpisah yang kemudian menetapkan Febi Firmansyah sebagai Ketua. Sejak itu, dua kubu telah berdiri terpisah, membuat tatanan kepemudaan di Malingping terbagi dua.

Sekarang, setelah tiga tahun berlangsung, harapan terpusat pada Dewan Pengurus Daerah (DPD) KNPI Lebak yang dipimpin Cucu Komarudin. Masyarakat pemuda dan sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) mengharapkan dia menerapkan sikap kehati-hatian dan segera memberikan solusi yang memecahkan persoalan, serta bersama-sama mereformasi sistem kepemudaan di Malingping yang kini terpuruk.

Sejalan dengan harapan itu, seluruh Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) yang tergabung dalam Malingping Plus – istilah lain dari Cipayung Plus – serta didukung oleh sejumlah ormas di Malingping, telah memberikan panggilan kepada Cucu Komarudin agar bersikap dewasa dan tidak menunda-nunda solusi terhadap situasi yang sedang berlangsung.

“Nano Suryana, Ketua Ikatan Mahasiswa Cipayung (IMC) Malingping, menyatakan dengan tegas: ‘Cucu Komarudin harus bersikap dewasa, sebagai Ketua DPD KNPI Lebak dirinya harus turun tangan menyelesaikan dinamika pemuda di Malingping. Jangan malah bersikap bodoh menganggap remeh persoalan’.”

Di sisi lain, Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cilangkahan, Diki Firmansyah, mengungkapkan rasa kesal dan kesayangan terhadap rencana pelaksanaan Muscam yang digelar oleh kelompok Ruki Riswanto. Menurutnya, kegiatan tersebut terbilang sangat memaksakan dan terkesan ingin kembali memicu perpecahan pada tatanan kelompok-kelompok pemuda di daerah tersebut.

“Muscam kelompok Ruki ini sangat disayangkan, harusnya DPD KNPI Lebak dewasa sebagai unsur pimpinan, sebelum bertindak observasi dulu ke bawah, ini seakan-akan mewariskan kembali perpecahan di tatanan pemuda,” ucap Diki.

Tanggapan tegas juga datang dari Koalisi Malingping Plus yang telah memberikan atensi penolakan tegas atas pelaksanaan Muscam gelaran kelompok Ruki Riswanto. Mereka bahkan menyatakan siap mengibarkan bendera perlawanan jika rencana tersebut tetap dilaksanakan tanpa mempertimbangkan kesatuan pemuda.

Terkonfirmasi dari sumber dalam koalisi, jika tidak ada itikad yang tulus dari kedua belah pihak dan dari pimpinan DPD KNPI Lebak untuk menyelesaikan masalah dan menyatukan kedua kubu, maka tidak menutup kemungkinan Muscam KNPI Malingping serta Musyawarah Daerah (Musda) KNPI Lebak akan kembali digelar dengan menghadirkan kubu baru – yang tentunya akan membuat situasi kepemudaan di Lebak semakin kompleks dan jauh dari kesatuan yang diinginkan.

Semua pihak berharap agar pimpinan DPD KNPI Lebak segera mengambil langkah konkrit, melakukan dialog terbuka dengan semua elemen pemuda, dan menemukan solusi yang adil serta dapat diterima oleh semua pihak, agar kesatuan pemuda di Malingping dapat tercapai dan perpecahan yang telah berlangsung terlalu lama dapat segera berakhir.