YOGYAKARTA — Meski berulang kali menegaskan bahwa dirinya bukanlah seorang pelukis dan belum layak disebut sebagai pelukis amatir, pameran tunggal Pengasuh PP Al-Falah Kencong Jember, KH. Maimun Thoha, di Gedung Jogja Gallery justru membuktikan sebaliknya. Perhelatan seni tersebut sukses menyedot perhatian publik luas dan menorehkan sejarah baru di dunia seni rupa Indonesia.
Sejak hari pertama pembukaan pada 14 September 2026, pameran ini disambut antusiasme ratusan tamu undangan dari berbagai kalangan, mulai dari pejabat, keluarga Kraton Yogyakarta, budayawan, ulama, hingga pengusaha. Suasana pembukaan berlangsung meriah dengan suguhan seni pertunjukan seperti lagu-lagu, tarian, dan aksi musik angklung yang begitu atraktif.
Puncak kehebohan di awal pameran ditandai dengan penganugerahan rekor dari Original Rekor Indonesia (ORI) untuk kategori Pameran Lintas Media dan Lintas Aliran Terbanyak.
Daya Tarik Lintas Negara dan Fantasi Visual
Selama pameran berlangsung, Jogja Gallery tak pernah sepi dari lalu lalang pengunjung. Tak hanya dari belahan Nusantara, apresiasi juga datang dari mancanegara seperti Italia, Prancis, Argentina, hingga Belanda.
Para pengunjung dibuat takjub saat menyusuri gedung Jogja Gallery yang megah dan dipenuhi ratusan karya seni—yang seluruhnya lahir dari tangan dingin satu orang saja. Setiap kali melangkah ke ruangan baru, pengunjung seolah diajak berfantasi masuk ke dunia yang berbeda. Hal ini tak lepas dari kejelian KH. Maimun Thoha dalam menyajikan tema dan aliran yang bertransformasi di setiap sudut ruangan.
Sebagian besar lukisan yang dipajang merupakan karya bercerita yang kaya akan rasa, makna kedalaman falsafah, pesan moral, hingga kritik sosial yang tajam namun sejuk.
Mewah di Penutupan dan Borong Penghargaan ORI
Suasana acara penutupan pameran yang digelar 24 September 2026 tak kalah gempita. Dikemas bak helatan hajatan besar nan mewah layaknya pesta pernikahan, malam penutupan menjadi saksi sejarah baru bagi perjalanan seni KH. Maimun Thoha.
Setelah melalui proses penelitian secara maraton, Presiden ORI menyerahkan langsung penghargaan rekor kedua untuk kategori Lukisan Kaligrafi Eksperimental dan Lukis Kosmik dengan Apresiasi Terbanyak di Indonesia.
Tidak berhenti di situ, atas deretan prestasi yang begitu menakjubkan, Presiden ORI secara resmi mengukuhkan KH. Maimun Thoha sebagai Duta ORI pada seremoni penutupan tersebut.

Secara keseluruhan, pameran tunggal ini berhasil memborong raihan yang sangat fenomenal:
* Rekor Pameran Tunggal Lintas Media dan Lintas Aliran Terbanyak.
* Rekor Kaligrafi Eksperimental dan Lukis Kosmik dengan Apresiasi Terbanyak.
* Lebih dari 60 Piagam Penghargaan dari pelbagai lembaga dan tokoh.
* Pengukuhan resmi sebagai Duta ORI.
Kerendahan hati seorang ulama yang tak mau disanjung sebagai seniman ini akhirnya dijawab tuntas oleh karya-karyanya sendiri. Bagi KH. Maimun Thoha yang mengaku belum layak disebut pelukis amatir, publik dan sejarah hanya punya satu kata untuk menggambarkan sosok serta karyanya: LUAR BIASA.












