Yogyakarta – GKR Mangkubumi dengan Lembaga Pawiyatan Pamongnya kembali menyelenggarakan Pawiyatan Pamong ilmu kasunyatan angkatan 21 pada tg 5 dan 6 Agustus 2026.
Kegiatan selama dua hari dilaksanakan di Graha Punokawan Yogyakarta dan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dengan bara Sumber dari Pemda DIY, Kraton Yogyakarta, Akademisi dan Praktisi.
Puluhan Pamong Desa dari 4 Kalurahan di Kabupaten Kulon Progo mengikuti Pawiyatan dengan Materi utama Ilmu Momong Kahanan, Reformasi Kalurahan dan Rencana Detail Tata Ruang Kalurahan.

Peserta Pawiyatan berasal dari 4 kelurahan yaitu Demangrejo Sentolo, Krembangan Panjatan, Hargomulyo Kokap dan Sendangsari Pengasih.
Menurut Ki Jarwo Selaku Sekretaris Pawiyatan Pamong Yogyakarta, bahwa dalam Pawiyatan Pamong Desa Angkatan 21 ini ada materi khusus yang dipelajari, yaitu “Prinsip Momong Kahanan Kagem Pamong.

5 Prinsip dalam “Momong Kahanan” adalah Eling, Waspodo, Sembodo, Ngajeni dan Ngemong. Kelima Prinsip itulah yang harus dijalankan setiap Pamong Desa dalam melayani masyarakat dan mengatasi semua persoalan di masyarakat.












