PANDEGLANG – Upaya memperkuat layanan kesehatan masyarakat di Desa Teluk terus dilakukan melalui pelatihan kader Posyandu yang digelar secara intensif dan interaktif.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program SELUK (Sinergi Edukasi untuk Keluarga Sehat di Desa Teluk) yang diinisiasi oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IPB University.
Program SELUK dirancang untuk meningkatkan kapasitas kader Posyandu agar semakin mandiri, terampil, dan percaya diri dalam melakukan pemantauan kesehatan masyarakat, mulai dari ibu hamil, bayi dan balita, hingga kelompok lanjut usia (lansia).
Inisiatif tersebut dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan deteksi dini terhadap risiko stunting serta berbagai komplikasi pada masa kehamilan. Pemeriksaan rutin di Posyandu menjadi salah satu upaya penting untuk memastikan kondisi kesehatan ibu dan anak dapat dipantau secara berkala.
Ketepatan pengukuran antropometri anak, pemantauan kesehatan ibu hamil, serta pencatatan data kesehatan yang akurat menjadi faktor penting dalam menentukan intervensi gizi maupun tindak lanjut medis secara tepat sasaran.
Rangkaian program SELUK telah dimulai sejak 14 Juli 2026 dan berlangsung selama enam minggu dengan menjangkau 12 Posyandu di Desa Teluk.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKNT IPB terjun langsung mendampingi para kader dengan mendapatkan pengawasan dan arahan dari bidan Puskesmas Labuan.
Pendampingan mencakup berbagai layanan kesehatan, di antaranya pemeriksaan dan pemantauan kondisi ibu hamil, penimbangan berat badan serta pengukuran tumbuh kembang anak, hingga Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi lansia melalui pemeriksaan tekanan darah dan kadar gula darah.
Tak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, mahasiswa KKNT IPB juga memperkuat edukasi masyarakat melalui media informasi yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan di Posyandu.
Sebanyak dua poster edukatif dipasang dengan mengangkat materi mengenai stunting dan pentingnya imunisasi. Salah satu poster dilengkapi dengan barcode interaktif yang dapat dipindai oleh para ibu untuk mengakses panduan resep Makanan Pendamping ASI (MPASI) bergizi bagi anak usia 6–24 bulan.
Kader Dibekali Teori hingga Praktik
Sebagai puncak rangkaian program SELUK, mahasiswa KKNT IPB menggelar pelatihan kader Posyandu dengan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan di lapangan.
Pelatihan mencakup empat materi utama, yaitu pemahaman mengenai stunting, teknik pengukuran antropometri, pengelolaan Kartu Menuju Sehat (KMS) dan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), serta edukasi mengenai imunisasi.
Penyampaian materi dilakukan dengan metode komunikasi dua arah. Dengan metode tersebut, para kader tidak hanya menerima informasi, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berdiskusi dan mengklarifikasi berbagai persoalan yang mereka temui dalam pelaksanaan pelayanan Posyandu.
Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung. Para kader dilatih melakukan penimbangan berat badan serta pengukuran panjang atau tinggi badan balita sesuai dengan prosedur yang tepat.
Praktik tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan teknis kader sekaligus meminimalkan potensi kesalahan dalam proses pengambilan data pertumbuhan dan status gizi anak.
Untuk mengetahui efektivitas pembekalan, tingkat pemahaman peserta juga diukur melalui pre-test dan post-test. Evaluasi tersebut menjadi salah satu instrumen untuk melihat perubahan pemahaman kader setelah mengikuti seluruh rangkaian pelatihan.
Melalui rangkaian kegiatan yang dimulai sejak 14 Juli 2026, pendampingan di 12 Posyandu, pemasangan media edukasi berbasis barcode, hingga pelatihan kader yang memadukan teori dan praktik, program SELUK diharapkan mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Desa Teluk.
Kolaborasi antara mahasiswa KKNT IPB University, bidan Puskesmas Labuan, dan kader Posyandu diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan program, tetapi dapat menjadi fondasi dalam memperkuat kapasitas kader serta meningkatkan kualitas pemantauan kesehatan masyarakat.
Dengan kader yang semakin terampil dan masyarakat yang semakin teredukasi, program SELUK diharapkan dapat turut mendukung terwujudnya masyarakat Desa Teluk yang sehat, cerdas, dan bebas dari stunting.
(Red)












