Di tengah semangat pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 7 Universitas Primagraha (UPG) menorehkan jejak kepedulian yang nyata di Desa Sukalaksana. Tidak sekadar menjalankan program kerja yang bersifat rutinitas, Kelompok 7 mengambil langkah proaktif dalam pelestarian lingkungan hidup. Misi mereka jelas: menjadikan Desa Sukalaksana lebih asri, lestari, dan berdaya secara ekologis maupun ekonomis.
Langkah nyata ini berhasil terwujud berkat sinergi yang luar biasa antara Kelompok 7 KKM UPG dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten. Puncak dari kolaborasi ini ditandai dengan momen serah terima bantuan bibit pohon yang menjadi amunisi utama untuk program penghijauan desa.
Dalam kesempatan emas tersebut, DLHK Provinsi Banten memberikan bantuan berupa ratusan bibit pohon Mahoni dan Albasiah (Sengon). Kedatangan bibit-bibit unggul ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh para mahasiswa dan warga setempat. Pemilihan kedua jenis pohon ini tentu bukan tanpa alasan yang matang; keduanya memiliki perpaduan manfaat ekologis dan ekonomis yang sangat cocok dengan kontur serta kebutuhan Desa Sukalaksana.
Pohon Mahoni dikenal dengan sistem perakarannya yang sangat kuat. Penanaman Mahoni difokuskan untuk menjaga kualitas tanah, menahan resapan air secara maksimal, dan mencegah potensi erosi di area-area rawan. Selain itu, daun-daunnya yang rimbun kelak akan menjadi penyaring polusi alami yang menyegarkan udara desa.
Di sisi lain, Pohon Albasiah merupakan salah satu jenis pohon yang cepat tumbuh (fast-growing species). Selain membantu proses penghijauan dalam waktu yang relatif singkat, kayu Albasiah memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan. Harapannya, dalam beberapa tahun ke depan, pohon ini dapat dipanen dan dikelola dengan bijak untuk membantu mendongkrak perekonomian warga Sukalaksana.
Penerimaan bibit dari DLHK ini menjadi langkah awal dari sebuah gerakan besar. Bersama jajaran perangkat desa dan tokoh masyarakat, KKM Kelompok 7 UPG langsung memetakan titik-titik strategis penanaman. Dari lahan kritis, area fasilitas umum, hingga pekarangan warga, bibit-bibit ini akan ditanam melalui sistem gotong royong, menyatukan keringat mahasiswa dan warga desa dalam semangat kebersamaan.
Bagi KKM Kelompok 7 Universitas Primagraha, program ini lebih dari sekadar menggugurkan kewajiban akademik. Penerimaan dan penanaman pohon Mahoni serta Albasiah ini adalah sebuah warisan. Sebuah dedikasi dari mahasiswa dan DLHK Provinsi Banten yang tidak akan habis dimakan waktu. Hari ini mereka menanam bibit seukuran lutut, namun kelak di masa depan, bibit tersebut akan tumbuh menjadi peneduh yang kokoh—menjaga alam, memberdayakan masyarakat, dan merawat masa depan Desa Sukalaksana yang lebih hijau.












