Wapenja.com
Dalam rangka menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang, Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 20 Kelurahan Kiara, Kecamatan Walantaka, Universitas Primagraha menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan dan penanganan perundungan (anti-bullying). Kegiatan ini dilaksanakan pada hari ini, Rabu, 22 Juli 2026, dan diikuti secara antusias oleh seluruh siswa kelas 4, 5, dan 6 MI Insan Azkiya.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam kepada peserta didik mengenai apa itu perundungan, bentuk-bentuknya, dampak buruk yang ditimbulkan, serta langkah yang harus diambil jika melihat atau mengalami hal tersebut. Materi disampaikan dengan metode interaktif agar peserta dapat lebih mudah memahami dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.
Pemateri kegiatan, Siti Rahma Nuraida, menjelaskan bahwa perundungan bukan sekadar candaan biasa, melainkan tindakan yang dapat melukai fisik maupun mental korban. “Perundungan bisa terjadi lewat kata-kata, perlakuan fisik, hingga pengucilan. Teman-teman harus berani menolak dan melaporkan jika mengalami atau melihat hal seperti ini. Jadilah teman yang saling menghargai, karena setiap orang berhak merasa aman dan dihargai,” ujarnya saat menyampaikan materi.
Sementara itu, Ketua Kelompok KKM 20, Nanang Kosim, menyampaikan bahwa sosialisasi ini menjadi bagian penting dari pengabdian masyarakat, khususnya dalam pembentukan karakter siswa. “Kami berharap melalui kegiatan ini, budaya saling menyayangi dan menjaga sesama semakin tertanam kuat di hati seluruh siswa MI Insan Azkiya. Sekolah harusnya menjadi tempat yang paling menyenangkan untuk belajar dan bertumbuh, bukan tempat yang menakutkan,” ungkap Nanang.
Kepala MI Insan Azkiya, Dr. H. M. Jaya, M.Pd., memberikan apresiasi yang sangat tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, isu perundungan merupakan hal yang sangat krusial untuk disikapi bersama oleh pihak sekolah, orang tua, dan lingkungan sekitar.
“Kami sangat berterima kasih kepada rekan-rekan mahasiswa KKM yang telah menghadirkan materi yang sangat bermanfaat ini. Harapan kami, seluruh siswa dapat memahami bahaya perundungan, saling menjaga satu sama lain, dan menjadikan sekolah ini sebagai rumah kedua yang penuh kedamaian. Mari kita bersama-sama wujudkan sekolah yang bebas dari perundungan,” tegas Dr. H. M. Jaya, M.Pd.
Kegiatan ditutup dengan kegiatan memanggil beberapa siswa yang pernah menjadi korban bullying dan memanggil pelaku nya untuk maju kedepan untuk menceritakan hal apa saja yang mereka lakukan dalam bullying.
(PN)












