Harga Diri yang Membara: Konflik Sepele Jadi Tragedi Maut di Pangalengan

Kapolresta Bandung, Kombes Pol Aldi Subartono, saat memberikan keterangan ditemukannya mayat di Pangalengan. (foto instagram @SatReskrim RestaBdg)

Wapenja.com/Kab. Bandung – Sebuah kasus pembunuhan berencana yang mengejutkan publik terjadi di Pangalengan, Kabupaten Bandung. Seorang buruh tani berinisial RS tega menghabisi nyawa seorang pengusaha muda, VS (20), hanya karena persoalan sepele: tatapan mata yang dianggap menyinggung harga dirinya.

Kronologi Kejadian

  • Peristiwa bermula pada Rabu malam, 14 Januari 2026, di sebuah warung penyet dekat rumah pelaku.
  • RS yang sedang berada di lokasi merasa tersinggung ketika korban menatapnya.
  • Emosi yang tak terkendali membuat RS melakukan tindakan brutal. Korban kemudian ditemukan tewas dengan luka bakar parah di semak-semak tak jauh dari lokasi.

Pengungkapan Kasus

  • Jasad korban ditemukan oleh warga pada Sabtu, 17 Januari 2026, dalam kondisi mengenaskan.
  • Laporan segera diteruskan ke Polsek Pangalengan, dan tim Inafis Polresta Bandung melakukan olah TKP.
  • Identitas korban terungkap sebagai VS, seorang wiraswasta yang dikenal aktif di lingkungannya.

Kapolresta Bandung, Kombes Pol Aldi Subartono, menegaskan bahwa kasus ini dikategorikan sebagai pembunuhan berencana. Polisi menilai motif pelaku sangat dangkal, namun tetap berbahaya karena menunjukkan betapa persoalan kecil bisa memicu tragedi besar. RS kini ditahan dan polisi masih mendalami kemungkinan faktor lain, termasuk kondisi psikologis pelaku.

Kasus ini menimbulkan keprihatinan luas di masyarakat. Banyak pihak menyoroti:

  • Rapuhnya kontrol emosi yang dapat berujung pada kekerasan ekstrem.
  • Pentingnya edukasi tentang penyelesaian konflik secara damai, terutama di lingkungan pedesaan yang masih kental dengan interaksi sosial langsung.
  • Peran keluarga dan komunitas dalam membangun kesadaran akan bahaya tindakan impulsif.