MKKS SMK Provinsi Lampung Studi Tiru ke SMKN 6 Bandung, Disambut Hangat MKKS SMK Kota Bandung

Wapenja.com/Bandung – Rombongan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Provinsi Lampung melaksanakan kunjungan studi tiru ke SMKN 6 Bandung pada Kamis, 26 November 2025. SMKN 6 Bandung merupakan Sekolah Pusat Keunggulan (PK) sekaligus Badan Layanan Umum Daerah (BULD) yang dikenal unggul dalam pengembangan Kelas Industri serta pengelolaan kemitraan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Kunjungan ini disambut hangat oleh MKKS SMK Kota Bandung sebagai mitra tuan rumah.

Rombongan Lampung diterima langsung oleh pengurus MKKS SMK Kota Bandung dan jajaran pimpinan SMKN 6 Bandung. Suasana penyambutan yang penuh kekeluargaan mencerminkan kuatnya kolaborasi dan komitmen antarwilayah dalam memajukan pendidikan vokasi.

Ketua MKKS SMK Kota Bandung, Rony Harimurti, S.Pd., M.M., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas kunjungan ini.

“Kami menyambut dengan sangat baik kedatangan rekan-rekan dari MKKS SMK Lampung. Pertukaran gagasan dan praktik baik adalah langkah strategis untuk memajukan pendidikan vokasi di seluruh Indonesia,” ujarnya.

SMKN 6 Bandung Sebagai Rujukan Nasional

Ketua MKKS SMK Provinsi Lampung menjelaskan alasan memilih SMKN 6 Bandung sebagai tujuan studi tiru.

“SMKN 6 Bandung adalah sekolah rujukan yang berhasil mengembangkan Kelas Industri dan menerapkan sistem BULD dengan baik. Kami ingin mempelajari bagaimana inovasi itu diterapkan untuk memperkuat SMK di Lampung,” katanya.

Kepala SMKN 6 Bandung, Drs. H. Agus Rustiadin, M.M.Pd., menegaskan bahwa status BULD membuka ruang inovasi yang lebih luas.

“Fleksibilitas BULD kami manfaatkan untuk membangun program-program berbasis industri, termasuk Kelas Industri yang kini menjadi kekuatan utama SMKN 6 Bandung,” ujarnya.

Selama kegiatan, rombongan MKKS Lampung mendapatkan pemaparan komprehensif mengenai:

  • Tata kelola dan fleksibilitas sekolah BULD,
  • Strategi pengembangan teaching factory,
  • Penguatan kemitraan industri,
  • Model Kelas Industri di berbagai kompetensi keahlian.

Peserta kemudian diajak berkeliling ke ruang praktik SMKN 6 Bandung untuk melihat langsung proses pembelajaran, budaya kerja, serta karya siswa.

Seorang guru pendamping menjelaskan, “Lewat Kelas Industri, siswa mengalami langsung atmosfer dunia kerja sehingga lebih siap saat terjun ke industri.”

Siswa SMKN 6 Bandung pun turut memperlihatkan hasil karya dan berdialog dengan para tamu, “Kami senang bisa berbagi pengalaman dengan tamu dari Lampung. Ini membuat kami semakin percaya diri,” ujar salah seorang siswa.

Ketua MKKS SMK Kabupaten Tulang Bawang, Febriana, S.Pd., M.Pd., menyampaikan kesan mendalam dan harapan besar dari kegiatan ini.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya, bukan hanya kepada Bapak-Ibu guru di SMKN 6 Bandung, tetapi juga seluruh pihak yang telah menyambut kami begitu hangat. Kami ingin mempelajari bagaimana sekolah bisa benar-benar selaras dengan kebutuhan industri. Secara teori kami memahami, tetapi di lapangan tantangannya masih besar.”

“Kami berharap bisa menggali lebih banyak hal yang dapat langsung diterapkan di sekolah kami masing-masing. Kami pulang dengan membawa banyak inspirasi dan praktik baik, baik dari SMKN 6 Bandung maupun dari sekolah-sekolah lain di Bandung.”

“Semoga apa yang kami pelajari hari ini dapat menjadi contoh dan meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan di Tulang Bawang. Kami juga menyampaikan penghargaan atas sambutan luar biasa dari SMKN 6 Bandung dan MKKS SMK Kota Bandung.”

“Di Tulang Bawang terdapat 28 SMK—9 SMK Negeri dan sisanya swasta. Yang hadir hari ini berjumlah 17 sekolah karena sebagian sedang menjalankan kegiatan lain. Mohon maaf jika dalam kunjungan ini ada hal yang kurang berkenan.”

Kegiatan diakhiri dengan pertukaran cendera mata serta penegasan komitmen bersama antara MKKS SMK Lampung, MKKS SMK Kota Bandung, dan SMKN 6 Bandung untuk membuka peluang kolaborasi lanjutan. Fokus kerja sama diarahkan pada:

  • Penguatan model BULD,
  • Peningkatan kualitas Kelas Industri,
  • Pertukaran praktik baik antarprovinsi, dan
  • Perluasan jejaring kemitraan DUDI.

Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat pendidikan vokasi dan menyiapkan lulusan SMK yang semakin siap menghadapi tantangan dunia kerja.