Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII, Asep Yudi Mulyadi, S.STP., M.A.P., pentingnya Program Panca Waluya—nilai karakter Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang menekankan Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer.
Wapenja.com/Bandung — Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII, Asep Yudi Mulyadi, S.STP., M.A.P., melakukan pembinaan ke SMK ICB Cinta Wisata dan SMK ICB Cinta Niaga, sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Insan Cinta Bakti, pada Kamis, 20 November 2025 kemarin. Kunjungan yang berlangsung di Jl. Pahlawan No. 19B, Kota Bandung ini disambut hangat oleh pimpinan sekolah, para wakasek, serta guru sebagai langkah penguatan mutu layanan pendidikan.
Dalam arahannya, Asep Yudi menegaskan pentingnya peningkatan kedisiplinan, penguatan pembelajaran, serta implementasi Program Panca Waluya—nilai karakter Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang menekankan Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer.
Tekankan Kebersihan, Disiplin, dan Pembentukan Karakter
KCD menegaskan bahwa pembiasaan kebersihan merupakan fondasi pembentukan karakter siswa.
“Siswa harus dibiasakan piket kebersihan, mulai dari kelas, lingkungan, hingga WC. Dengan pembiasaan ini, siswa akan tumbuh memiliki kesadaran menjaga kebersihan dan kenyamanan, baik untuk dirinya sendiri maupun lingkungan sekolah,” tegasnya.
Menurutnya, karakter positif dapat dibangun dari kebiasaan-kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
Sekolah Swasta Harus Memiliki Nilai Unggul dalam pembinaan tersebut, Asep Yudi menyoroti pentingnya keunggulan lembaga pendidikan swasta.
“Sekolah swasta harus memiliki nilai unggul agar mampu bersaing dan menjadi pilihan utama calon siswa baru. Layanan, kualitas guru, dan kompetensi lulusan harus terus ditingkatkan,” ujar Asep Yudi.
Kepala SMK ICB Cinta Niaga, Galih Arifandi, S.Pd, menyampaikan rasa bangga karena kunjungan tersebut menjadi momen bersejarah bagi sekolah.
“Kami merasa sangat terhormat, karena sejauh pemahaman kami, ini adalah kunjungan pertama Bapak KCD ke SMK ICB Cinta Niaga. Ini menjadi bukti bahwa sekolah kami diakui eksistensinya di Jawa Barat,” tuturnya.
Galih menambahkan, bahwa pihaknya merasa bangga dan terhormat, mengingat ini merupakan kunjungan pertama dari pimpinan KCD ke sekolah tersebut. Kunjungan ini dinilai memberikan dorongan positif sekaligus pengakuan atas eksistensi SMK ICB Cinta Niaga di Jawa Barat.
Dalam kesempatan itu, pihak sekolah menegaskan pentingnya nilai unggul bagi sekolah swasta, terlebih di tengah gempuran program pemerintah yang menawarkan beragam kemudahan di sekolah negeri. Menurut kepala sekolah, sekolah swasta harus mampu menghadirkan nilai plus, baik dalam layanan pendidikan, kualitas sumber daya manusia, maupun sarana prasarana pendukung pembelajaran praktik.
Ia juga menekankan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab negara, namun sekolah swasta tetap memiliki peran strategis tanpa berorientasi profit. Karena itu, setelah kunjungan ini, sekolah berkomitmen melakukan pembenahan menyeluruh menuju layanan pendidikan yang setara dengan sekolah negeri, bahkan mampu menampilkan keunggulan yang lebih kompetitif.
Pihak sekolah berharap kunjungan ini dapat menjadi awal dari pembinaan yang berkelanjutan, sehingga arahan dan motivasi dari KCD terus memperkuat langkah SMK ICB Cinta Niaga menjadi sekolah swasta yang berkualitas dan dipercaya masyarakat.
Kepala SMK ICB Cinta Wisata, Iwan Ridwan, S.Pd, menilai pembinaan tersebut memberikan energi positif bagi sekolah.
“Arahan yang diberikan menegaskan pentingnya peningkatan layanan dan pembentukan karakter siswa. Ini menjadi motivasi besar bagi seluruh pendidik untuk terus berinovasi,” ungkapnya.
Wakasek Kesiswaan SMK ICB Cinta Niaga, Taufik Hardiansyah, S.Pd, dan Wakasek Kesiswaan SMK ICB Cinta Wisata, Wisnaeni Nurhidayati, S.Par, memberikan apresiasi terhadap arahan KCD.
“Arahan Pak KCD sangat konstruktif dan memberikan gambaran jelas mengenai prioritas serta standar mutu yang harus dicapai. Ini sangat membantu sekolah swasta untuk terus berbenah dan bersaing dengan sekolah negeri,” ungkap keduanya.
“Disiplin, budaya kerja, mutu administrasi, komunikasi antarbagian, dan kualitas pembelajaran perlu ditingkatkan. Kami juga berkomitmen membentuk karakter peserta didik sesuai nilai Panca Waluya.”
Sejumlah guru menilai bahwa arahan KCD relevan dengan kebutuhan sekolah.
“Kami lebih termotivasi untuk meningkatkan kedisiplinan dan layanan pembelajaran. Penekanan pada kebersihan, piket, dan Panca Waluya sangat sesuai untuk memperkuat karakter siswa,” ujar salah seorang guru.
SMK ICB Cinta Wisata dan SMK ICB Cinta Niaga merupakan sekolah vokasi di bawah Yayasan Insan Cinta Bakti. Keduanya berkomitmen mencetak lulusan berdaya saing, berkarakter kuat, serta siap kerja. Berlokasi strategis di Kota Bandung, sekolah mengedepankan pembinaan karakter, kedisiplinan, dan kompetensi vokasional yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.












