Wapenja.com/Sukabumi — Lencana bertuliskan “KPK” diduga menjadi modal seorang pria saat mendatangi kelompok tani dan meminta uang hingga Rp6 juta. Pria yang mengaku berasal dari LSM KPK Jabar itu akhirnya diamankan aparat.
Kasus tersebut bermula ketika pria itu mendatangi ketua kelompok Tani Ciraden Girang, Robi Farid, Desa Karangpapak, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat Sabtu (19/9/2026) malam. yang menerima program bantuan ternak. Ia kemudian mempertanyakan data terkait bantuan yang diterima kelompok tersebut.

Tak berhenti di situ, pria tersebut diduga menuding adanya ketidaksesuaian dalam data bantuan. Persoalan itu kemudian dikaitkan dengan kemungkinan dibawanya kasus tersebut ke jalur hukum.
Di tengah situasi tersebut, muncul permintaan uang sebesar Rp6 juta kepada pihak kelompok tani.
Merasa mendapat tekanan, pihak kelompok tani kemudian mengambil langkah dengan melaporkan kejadian tersebut kepada aparat. Petugas pun bergerak hingga pria yang mengaku sebagai bagian dari LSM KPK Jabar itu berhasil diamankan.
Saat menjalankan aksinya, pria tersebut disebut mengenakan lencana bertuliskan “KPK”. Atribut tersebut menjadi salah satu hal yang turut diperiksa aparat untuk mengetahui identitas dan kapasitas sebenarnya dari pria tersebut.
Penggunaan atribut bertuliskan KPK juga tidak otomatis menunjukkan bahwa orang tersebut merupakan bagian dari Komisi Pemberantasan Korupsi. Karena itu, aparat masih perlu memastikan apakah yang bersangkutan benar memiliki keterkaitan dengan lembaga atau organisasi yang disebutkannya.
Polisi juga masih mendalami dugaan pemerasan tersebut, termasuk motif, cara pelaku meyakinkan korban, serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bagi penerima bantuan pemerintah agar tidak mudah menyerahkan uang apabila mendapat tekanan atau ancaman dari pihak yang mengaku sebagai lembaga tertentu.
Jika terdapat persoalan dalam penyaluran bantuan, masyarakat dapat meminta klarifikasi melalui instansi resmi dan melaporkan dugaan penyimpangan kepada aparat penegak hukum.
Hingga kini, proses pemeriksaan terhadap pria tersebut masih berlangsung. Status hukum dan dugaan pasal yang dikenakan menunggu hasil penyelidikan aparat.












