Bantul – Bertempat di Panti Asuhan Difabel Mukti Insani yang terletak di Dusun Tingas, Cepoko, Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Yayasan Lintas Budaya Nusantara bersama Pamerti Budaya Catur Sagatra Mataram menyerahkan Piagam Apresiasi Atas peran Panti Asuhan Mukti Insani Melestarikan Kesenian Gamelan Bagi Anak Anak Penyandang Disabilitas, Jumat (6-3-2026).
Piagam Apresiasi diserahkan Dr.(H.C) R.Budi Ariyanto Surantono, S.Kom., LL.M. mewakili Pupuhu Utama Yayasan Lintas Budaya Nusantara Irjen.Pol.Purn.Dr.Drs.H.Anton Charlyan, M.P.K.N. disaksikan Puluhan anak Yatim Penyandang Disabilitas dan pengasuh Panti Asuhan Mukti Insani Bantul.
Kepala Panti Asuhan Mukti Insani Rini Windarti, S.Pd. menerima Piagam Apresiasi dan mengucapkan terimakasih Atas Apresiasi Yang dibersihkan Kepada Panti Asuhan yang dipimpinnya.
Kegiatan Penyerahan Piagam Apresiasi dilaksanakan jelang buka bersama yang dihadiri Perwakilan Pamerti Budaya Catur Sagatra Mataram dan juga tamu Panti Asuhan dari Badan Kesbangpol dan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) DIY.
Penghageng Pamerti Budaya Catur Sagatra Mataram Dr.(H.C) R.Budi Ariyanto Surantono, S.Kom.,LL.M..menegaskan bahwa pihaknya bersama Yayasan Lintas Budaya Nusantara berkwajiban memberikan Apresiasi Kepada insan atau Organisasi ataupun. Lembaga yang memiliki kepedulian “Nguri-uri” Budaya Warisan Leluhur Salah satunya Budaya Kesenian Gamelan.
Menurut pria yang akrab dipanggil Ki Ariyo ini, pemberian Apresiasi adalah salah satu wujud kepedulian lembaganya kepada siapa saja yang secara konsisten bergerak melestarikan dan menjaga budaya warisan leluhur, baik secara perorangan maupun secara organisasi atau kelembagaan.
“Selamat Kepada Panti Asuhan Difabel Mukti Insani Bantul, semoga terus berkiprah menjaga dan melestarikan Budaya bersama Anak Anak Asuh Penyandang Disabilitas binaan”, pungkasnya
Penghageng Pamerti Budaya Catur Sagatra Mataram ini juga berharap Pemerintah bisa memberikan perhatian dan Fasilitas kepada mereka yang aktif dibidang pelestarian dan pengembangan budaya ditengah tengah masyarakat.












