Wapenja.com/Bandung – SMA Pasundan 8 Bandung yang beralamat di Jl. Cihampelas No.167, Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat, melaksanakan kegiatan Pesantren Ekologi pada tanggal 26–27 Februari 2026 dan dilanjutkan kembali pada 2–3 Maret 2026. Kegiatan tersebut sempat dijeda karena siswa kelas XII terlebih dahulu melaksanakan ujian sekolah, sedangkan kegiatan pesantren diikuti oleh siswa kelas X dan XI.
Dalam rangkaian kegiatan Pesantren Ekologi tersebut, diumumkan pula Lomba Public Speaking yang diselenggarakan oleh Pers Pelajar Delapena dalam rangka memperingati satu tahun berdirinya ekskul jurnalistik tersebut.

Lomba ini diikuti oleh beberapa siswa dan menjadi sesuatu yang terbilang baru, karena sebelumnya kegiatan lomba yang biasa diadakan oleh Delapena lebih banyak berfokus pada bidang menulis.
Delapena sendiri merupakan kegiatan ekstrakurikuler literasi dan jurnalistik di SMA Pasundan 8 Bandung. Melalui lomba Public Speaking ini, para siswa diajak untuk mengekspresikan gagasan secara lisan sekaligus melatih kemampuan berbicara di depan umum.

Adapun tujuan diadakannya lomba ini selain untuk menumbuhkan kreativitas siswa, juga untuk membangun pola pikir kritis di kalangan pelajar. Tema yang diangkat pun beragam dan dekat dengan realitas sosial di masyarakat, mulai dari pendidikan, budaya, hingga isu mental health di kalangan remaja.
Pengumuman pemenang lomba disampaikan oleh Indra Prayana, S.Sos selaku pembina ekskul Pers Pelajar Delapena, bersamaan dengan pelaksanaan rangkaian program Pesantren Ekologi di lingkungan sekolah.

Adapun para pemenang Lomba Public Speaking tersebut adalah:
- Nazwa Rivani A (Kelas XI F 1) – Juara 1
- Nabilla Maharany (Kelas XI F 7) – Juara 2
- Salma Nabila A (Kelas XI F 1) – Juara 3
Kepala SMA Pasundan 8 Bandung, Dani Setiabudi, S.Pd., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan Pesantren Ekologi yang dipadukan dengan Lomba Public Speaking ini merupakan bagian dari upaya sekolah dalam membangun karakter siswa.

“Kegiatan ini tidak hanya memperkuat nilai-nilai keagamaan di bulan Ramadan, tetapi juga melatih keberanian siswa dalam menyampaikan gagasan serta meningkatkan kemampuan literasi dan berpikir kritis,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Dewi Halimah, S.Pd., M.M., menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan potensi diri.

“Melalui kegiatan Pesantren Ekologi dan lomba Public Speaking ini, siswa diharapkan mampu meningkatkan kreativitas, keberanian berbicara di depan umum, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan berbagai isu sosial di masyarakat,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, sekolah berharap para siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, kritis, kreatif, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan.












