Wapenja.com/Bandung — SMK ICB Cinta Wisata Bandung menggelar kegiatan project pembelajaran berbasis praktik dengan menampilkan simulasi Pernikahan Adat Bali dan Bugis. Kegiatan ini melibatkan siswa kelas XII dari tiga jurusan, yakni Usaha Layanan Wisata, Perhotelan, dan Kuliner, sebagai bentuk pembelajaran kolaboratif sekaligus upaya melestarikan budaya Nusantara.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 10 Februari hingga Kamis, 12 Februari 2026 ini dilaksanakan di lingkungan sekolah yang beralamat di Jl. Pahlawan No. 19B Bandung. SMK ICB Cinta Wisata Bandung sendiri saat ini dipimpin oleh Iwan Ridwan, S.Pd., project tersebut diketuai oleh Frilia Dera Waliah, M.M., selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan.
Frilia menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan siswa mengenai keberagaman budaya Indonesia serta menumbuhkan rasa cinta terhadap adat istiadat Nusantara.
Selain itu, project ini juga menjadi sarana bagi siswa untuk mengimplementasikan kompetensi keahlian sesuai bidang masing-masing.

Dalam pelaksanaannya, siswa jurusan Usaha Layanan Wisata bertugas mengatur jalannya acara, jurusan Perhotelan bertanggung jawab dalam pelayanan tamu, dekorasi, serta pelayanan VIP, sementara jurusan Kuliner menyiapkan berbagai sajian khas yang sering hadir dalam pernikahan adat Bugis.
Salah satu siswa kelas XII jurusan Kuliner, Dela, mengungkapkan bahwa persiapan kegiatan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penyusunan acara hingga persiapan hidangan khas daerah.
“Untuk persiapan, kami mulai dari menyiapkan makanan, menyusun alur acara, hingga menentukan jadwal kegiatan. Dalam rangkaian acara terdapat sambutan untuk calon mempelai pria, arak-arakan, serta persiapan makanan dan minuman di kitchen. Kami juga menyiapkan makanan khas Bugis, salah satunya lumpia ikan cakalang karena makanan Bugis identik dengan olahan ikan,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan harapannya agar kegiatan serupa dapat terus dikembangkan.
“Harapan kami, kegiatan seperti ini dapat terus ditingkatkan terutama dalam komunikasi dan kerja sama tim. Kami juga berterima kasih kepada para guru karena telah menyelenggarakan kegiatan ini sehingga kami memiliki gambaran nyata tentang dunia kerja ke depannya,” tambahnya.
Penilaian kegiatan dilakukan berdasarkan kesesuaian pelaksanaan tugas dengan job desk masing-masing jurusan. Selain itu, kreativitas, inovasi, serta kemandirian siswa juga menjadi aspek penting dalam proses evaluasi yang dilakukan oleh guru yang telah ditunjuk.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Yayasan Insan Cinta Bakti (ICB) Bandung, Ny. Bonur Parlindungan, S.H., M.H., yang menaungi beberapa lembaga pendidikan, di antaranya SMK ICB Cinta Niaga,SMK ICB Cinta Teknik dan SMK ICB Cinta Wisata. Selain itu, hadir pula Pengawas Pembina, H. Kosim, M.Pd., kehadiran unsur yayasan dan pengawas pembina menjadi bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan berbasis praktik di sekolah.
Project pembelajaran ini juga melibatkan siswa kelas X dan XI sebagai pengamat. Mereka diberikan tugas khusus untuk melakukan observasi kegiatan sebagai persiapan pembelajaran project di jenjang berikutnya. Sebelumnya, siswa kelas XII telah melaksanakan project serupa saat duduk di kelas XI berupa kegiatan penyelenggaraan birthday party dengan berbagai konsep, mulai dari pesta ulang tahun balita, sweet seventeen, hingga golden age untuk orang tua.

Jika pada project sebelumnya jumlah tamu sekitar 60 orang, pada kegiatan kali ini jumlah undangan meningkat hingga sekitar 100 orang. Bahkan, kegiatan ini juga dihadiri tamu undangan dari beberapa sekolah, di antaranya SMPN 27 Bandung, SMPN 37 Bandung, dan SMPN 22 Bandung.
Seluruh kegiatan mendapat dukungan penuh dari pihak yayasan, baik secara materi maupun non materi, termasuk dalam pengawasan dan sistem penilaian. Project pernikahan adat ini sendiri telah dilaksanakan sejak beberapa tahun lalu, namun sempat terhenti akibat pandemi Covid-19.

Para guru berharap kegiatan ini dapat menjadi bekal nyata bagi siswa kelas XII setelah menempuh pendidikan selama tiga tahun. Dengan pengalaman praktik langsung, siswa diharapkan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh di dunia kerja maupun di tengah masyarakat serta dapat mewujudkan profesi yang mereka impikan.












