Wapenja.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyampaikan hasil studi yang menunjukkan sebanyak 60% pekerja profesional bekerja di bidang yang berbeda dengan latar belakang pendidikan mereka. Hal tersebut disampaikannya di depan para wisudawan Universitas Muhamadiyah Bekasi Karawang (UMBK), sebagaimana dikutip dari postingan YouTube Kyai Menteri Official pada Minggu (4/1/2026).
“Penelitian menunjukkan lebih dari 60% para profesional itu bekerja di bidang yang tidak linier dengan latar belakang akademiknya,” ujar Menteri Mu’ti.
Dibandingkan hard skill, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menilai soft skill lebih penting. Ia menyoroti soft skill seperti semangat juang tinggi dan ketekunan dalam menjalani pekerjaan. Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa soft skill menjadi faktor penting dalam menentukan posisi seseorang di masa depan. Dalam pengembangan soft skill, orang yang berilmu akan memiliki cara berpikir dan mental yang berbeda.
Sebagai informasi, Abdul Mu’ti adalah sosok visioner dari kader Muhammadiyah, yang lahir di Kudus pada 2 September 1968. Ia juga menjabat sebagai Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2022-2027. Sementara itu, UMBK baru saja mengalami transformasi dari Institut Bisnis Muhammadiyah (IBM) Bekasi pada akhir Desember 2025, dengan tujuan untuk memperluas akses dan mutu pendidikan tinggi di kawasan Bekasi-Karawang.
Menteri Mu’ti juga menyampaikan bahwa pendidikan ibarat investasi menanam pohon yang hasilnya baru bisa dinikmati dalam waktu yang cukup lama, dan ijazah bukanlah hal yang bisa langsung memberikan manfaat, melainkan melalui karier yang baik. Ia berpesan agar wisudawan UMBK terus berusaha dan percaya bahwa pendidikan adalah cara terbaik untuk membangun peradaban yang kuat dengan dasar iman, ilmu seni, dan akhlak.












