Chat Terakhir Ridwan Kamil: Air Mata di Balik Perceraian

Wapenja.com/Bandung, 5 Januari 2026 – Rumah tangga mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan istrinya Atalia Praratya, resmi memasuki fase akhir setelah keduanya sepakat menempuh jalur perceraian. Proses hukum kini tinggal menunggu putusan Pengadilan Agama (PA) Kota Bandung yang dijadwalkan pada Rabu, 7 Januari 2026.

  • Kesepakatan cerai: Setelah hampir tiga dekade bersama, Ridwan Kamil dan Atalia akhirnya memilih jalan berpisah.
  • Isi chat terakhir: Ridwan Kamil mengirim pesan penuh emosi kepada Atalia, menyinggung masa depan anak-anak, pembagian urusan rumah tangga, serta menyampaikan permintaan maaf dan penghormatan atas keputusan istrinya.
  • Proses hukum: Sidang putusan akan dilakukan melalui mekanisme e-court, menandai berakhirnya rangkaian persidangan sejak pertengahan Desember 2025.

Pernyataan kuasa hukum Debi Agusfriansa, kuasa hukum Atalia, menegaskan bahwa kliennya tetap konsisten dengan keputusan bercerai. “Tidak ada perubahan,” ujarnya.

Perceraian ini menjadi sorotan publik karena Ridwan Kamil dan Atalia selama ini dikenal sebagai pasangan harmonis. Dalam masa kepemimpinan Ridwan Kamil di Jawa Barat, keduanya kerap tampil kompak dalam kegiatan sosial, pendidikan, hingga kebudayaan. Kehidupan rumah tangga mereka sering dijadikan teladan oleh masyarakat, sehingga kabar perpisahan ini menimbulkan kejutan besar.

Meski demikian, dinamika rumah tangga yang selama ini tidak terlihat publik akhirnya muncul ke permukaan. Keduanya disebut tetap menjaga komunikasi demi kepentingan anak-anak dan urusan rumah tangga. Hal ini menegaskan bahwa perceraian bukan berarti memutus seluruh hubungan, melainkan sebuah transisi menuju bentuk komunikasi baru yang lebih fokus pada keluarga.

  • Reaksi publik: Media sosial dipenuhi komentar simpati dan rasa terkejut. Banyak warganet menilai perceraian ini menjadi pengingat bahwa figur publik pun menghadapi dinamika rumah tangga yang kompleks.
  • Citra politik: Ridwan Kamil, yang masih aktif dalam politik nasional, diperkirakan akan menghadapi sorotan lebih tajam terkait kehidupan pribadinya. Namun sejumlah pengamat menilai perceraian ini tidak akan mengurangi kredibilitasnya sebagai tokoh publik.
  • Pesan moral: Kasus ini menjadi refleksi bahwa komunikasi, penghormatan, dan tanggung jawab terhadap anak tetap penting, bahkan ketika ikatan pernikahan berakhir.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana kehidupan pribadi seorang tokoh publik dapat memengaruhi persepsi masyarakat. Di satu sisi, publik menuntut figur publik tampil sempurna, namun di sisi lain, kasus ini memperlihatkan sisi manusiawi yang tak bisa dihindari.

Perceraian Ridwan Kamil dan Atalia bisa menjadi momentum untuk membuka diskusi lebih luas tentang kesehatan mental, komunikasi keluarga, dan bagaimana publik sebaiknya menyikapi kehidupan pribadi pemimpin.