Wapenja.com – Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 jenjang SMA sederajat menunjukkan nilai Matematika siswa jeblok. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengakui capaian tersebut jauh dari harapan (27/11/2025).
Sejumlah siswa mengeluhkan soal Matematika yang dianggap tidak sesuai kisi-kisi, sehingga menurunkan rasa percaya diri. Guru pun menyoroti minimnya pelatihan dan dukungan pembelajaran numerasi di sekolah.
Pemerintah diminta memperbaiki pembelajaran sejak jenjang SD agar fondasi numerasi lebih kuat. “Jika tidak ada reformasi kurikulum dan metode pengajaran, masalah ini akan berulang,” ujar salah satu analis pendidikan.
Selain itu, organisasi masyarakat sipil menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem asesmen nasional. Mereka menilai ujian seharusnya tidak hanya mengukur kemampuan hafalan, tetapi juga keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah.
Kegagalan ini juga menimbulkan kekhawatiran terhadap daya saing generasi muda Indonesia di tingkat global. Laporan Bank Dunia sebelumnya menegaskan bahwa kemampuan numerasi rendah akan berdampak langsung pada produktivitas tenaga kerja di masa depan.












