Kisruh BLT Kesra di Curug Sulanjana: Dugaan Manipulasi Data Mencuat, Warga Meradang, Pemerintah Desa Janji Investigasi Tuntas

Wapenja.com/Serang – Gelombang kekecewaan dan kecurigaan melanda Desa Curug Sulanjana, Serang, menyusul dugaan manipulasi data penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesra. Tudingan ini mencuat setelah sejumlah tokoh masyarakat dan perwakilan Rukun Tetangga (RT) mengungkapkan ketidakpuasan mereka terhadap proses pendataan dan penyaluran bantuan yang dinilai tidak transparan dan cenderung nepotisme.

Heri, salah seorang tokoh RT setempat, mengungkapkan bahwa hanya beberapa RT saja yang dilibatkan dalam proses pendataan, sementara RT lainnya merasa diabaikan. “Kami merasa ada yang disembunyikan. Bagaimana mungkin bantuan bisa tepat sasaran jika kami tidak dilibatkan secara penuh?” ujarnya dengan nada geram.

Kecurigaan semakin menguat setelah beredar kabar bahwa ada oknum yang bermain dengan barcode penerima bantuan. “Informasinya, barcode itu dititipkan ke RT tertentu, lalu mereka yang membagikan sendiri tanpa melibatkan RT lainnya. Ini jelas tidak benar,” lanjut Heri.

Menanggapi tudingan tersebut, Sekretaris Desa (Sekdes) Curug Sulanjana mengakui adanya potensi masalah dalam sistem monitoring dan pendataan. “Kami akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem yang ada. Jika memang terbukti ada penyimpangan, kami tidak akan segan-segan memberikan sanksi tegas kepada oknum yang terlibat,” tegasnya saat dikonfirmasi oleh Wapenja.com.

Pemerintah Desa Curug Sulanjana juga berjanji akan membentuk tim investigasi independen yang melibatkan unsur masyarakat, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan media untuk mengusut tuntas kasus ini.

“Kami ingin memastikan bahwa bantuan ini benar-benar sampai kepada mereka yang berhak, tanpa ada praktik korupsi atau nepotisme,” ujar Kepala Desa Curug Sulanjana dalam keterangan tertulisnya.
Sementara itu, sejumlah tokoh masyarakat mendesak agar kasus ini segera ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum.

“Jika memang ada indikasi tindak pidana korupsi, kami berharap polisi dan kejaksaan segera turun tangan untuk melakukan penyelidikan,” ujar salah seorang tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya.

Kisruh BLT Kesra di Curug Sulanjana ini menjadi sorotan publik dan memicu keprihatinan akan tata kelola bantuan sosial di tingkat desa. Masyarakat berharap agar kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah desa lainnya untuk lebih transparan dan akuntabel dalam mengelola dana bantuan sosial. (***Red)