Wapenja.com – Anggaran pendidikan nasional bakal mengalami perombakan besar. Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan pemerintah merancang ulang (redesign) alokasi anggaran untuk membuka jalan bagi perluasan pendidikan gratis, dari taman kanak-kanak (TK) hingga perguruan tinggi negeri (PTN).
Tak main-main, pemerintah memproyeksikan anggaran pendidikan dalam APBN 2027 mencapai sekitar Rp820 triliun. Nilai tersebut meningkat dibandingkan anggaran pendidikan 2026 yang berada di kisaran Rp769 triliun.
Namun, kenaikan anggaran belum serta-merta membuat skema pendidikan gratis tersebut bisa langsung diterapkan. Pemerintah masih menghitung kebutuhan dana dan merumuskan mekanisme yang paling tepat agar kebijakan tersebut dapat dijalankan.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan perancangan ulang anggaran menjadi bagian dari upaya pemerintah menyiapkan pembiayaan pendidikan yang lebih luas.
Untuk memastikan rencana tersebut tidak berhenti pada tataran kebijakan, pemerintah membentuk tim khusus yang akan mengalkulasi kebutuhan anggaran sekaligus menyusun tahapan pelaksanaannya.
Tim tersebut akan dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno. Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Keuangan, serta sejumlah kementerian terkait akan ikut terlibat dalam pembahasan.
Dengan proyeksi anggaran yang menembus Rp820 triliun, pemerintah kini dihadapkan pada pekerjaan besar untuk menerjemahkan instruksi tersebut menjadi skema pendidikan gratis yang konkret, terukur, dan dapat diterapkan secara bertahap.
Rancangan itu nantinya akan menjadi dasar pemerintah menentukan kebutuhan pembiayaan sekaligus tahapan perluasan pendidikan gratis dari TK hingga PTN.












