Bukan Sekadar Makan! Disdik Jabar Dorong Sekolah Jadikan MBG sebagai Ruang Belajar Karakter

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto.

Wapenja.com/Bandung — Satu ompreng Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata tak hanya bicara soal makanan dan pemenuhan gizi siswa. Di balik aktivitas makan di sekolah, ada peluang untuk menanamkan nilai pendidikan dan pembentukan karakter.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, mendorong sekolah tidak memandang MBG sebatas agenda makan bersama. Momentum tersebut dapat dikembangkan menjadi bagian dari praktik pedagogik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari peserta didik, Rabu (23/9/2026).

Dari meja makan, siswa dapat belajar banyak hal. Bukan hanya mengenal makanan bergizi, tetapi juga membangun kebiasaan berdoa sebelum makan, makan dengan kesadaran, menjaga kebersihan, hingga menghargai makanan yang telah tersedia.

Dari Satu Ompreng, Ada Pelajaran tentang Kehidupan

Purwanto menilai proses makan dapat menjadi pengalaman belajar apabila sekolah mampu mengemasnya sebagai bagian dari pembentukan karakter siswa.

Siswa, misalnya, dapat diajak memahami dari mana makanan yang mereka santap berasal dan siapa saja yang terlibat hingga makanan tersebut tersaji di hadapan mereka.

Ada bahan pangan yang diproduksi oleh petani, ada pekerja yang mengolah makanan, ada pihak yang mendistribusikannya, hingga mereka yang memastikan makanan sampai kepada siswa.

Kesadaran tersebut penting agar siswa tidak melihat makanan hanya sebagai sesuatu yang tinggal disantap. Lebih jauh, mereka dapat memahami adanya kerja keras, proses, serta tanggung jawab di balik satu porsi makanan.

MBG Jadi Ruang Belajar di Luar Kelas

Pendekatan ini membuat kegiatan makan di sekolah memiliki dimensi pendidikan yang lebih luas. Nilai-nilai seperti rasa syukur, kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian, dan penghargaan terhadap kerja orang lain dapat diperkenalkan melalui aktivitas sederhana.

Dengan demikian, pembelajaran tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Momen ketika siswa duduk, berdoa, makan, menjaga kebersihan, dan menghargai makanan juga dapat menjadi bagian dari pengalaman pendidikan.

Pesan yang ingin dibangun sederhana: MBG bukan hanya tentang apa yang masuk ke dalam tubuh siswa, tetapi juga tentang nilai apa yang dapat tumbuh dari setiap prosesnya.

Di sinilah satu ompreng MBG bisa memiliki makna lebih luas—bukan sekadar makanan yang mengenyangkan, melainkan pintu masuk untuk belajar tentang rasa syukur, kerja keras, tanggung jawab, dan kehidupan.