Warga Lingkungan Prisen, Kelurahan Kiara, Kecamatan Walantaka kini semakin mengenal cara memanfaatkan limbah penggilingan padi menjadi barang bermanfaat. Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 20 Universitas Primagraha telah menggelar kegiatan sosialisasi sekaligus peragaan pembuatan briket sekam pada Senin, 27 Juli 2026.
Kegiatan ini dilakukan untuk memperkenalkan briket sekam sebagai alternatif bahan bakar ramah lingkungan. Di wilayah Lingkungan Prisen terdapat tempat penggilingan padi yang cukup besar yang sudah menggunakan mesin uap berbahan bakar sekam padi yang dibakar, sehingga mempermudah proses penyediaan sekam dalam jumlah banyak. Sayangnya, sekam yang dihasilkan seringkali hanya ditumpuk atau dibuang begitu saja. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berbagi cara mengolah limbah tersebut menjadi sesuatu yang bernilai guna. Sosialisasi ini juga bertujuan mengurangi penumpukan limbah sekam sekaligus memberikan solusi bahan bakar yang lebih hemat, aman, dan ramah lingkungan untuk kebutuhan rumah tangga warga.
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme, di mana warga terlihat aktif mendengarkan penjelasan serta ikut berlatih bersama mahasiswa dalam proses pembuatannya. Kegiatan ini disambut hangat oleh para warga yang hadir.
Ibu Miss selaku Ketua RT Lingkungan Prisen menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas adanya kegiatan yang sangat bermanfaat ini.
“Kami sangat berterima kasih sekali kepada adik-adik mahasiswa KKM Kelompok 20 Universitas Primagraha. Di sini ada tempat penggilingan padi yang cukup besar, yang memang sudah menggunakan mesin uap dengan bahan bakar sekam yang dibakar sehingga sekamnya mudah tersedia. Namun selama ini sisa sekam tersebut banyak yang hanya menumpuk, dibuang, atau dibakar sembarangan. Alhamdulillah, berkat sosialisasi hari ini kami jadi tahu bahwa sekam padi itu bisa diolah menjadi briket sekam yang berguna sebagai bahan bakar memasak, jadi lebih hemat dan tidak mengotori lingkungan.”
Beliau menambahkan, “Semoga ilmu yang disampaikan ini bisa segera kami terapkan bersama-sama. Kami juga berharap adik-adik mahasiswa senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah pengabdiannya di sini.”
Ketua Pelaksana sekaligus Ketua KKM Kelompok 20, Nanang Kosim, menjelaskan tujuan diadakannya kegiatan ini sebagai wujud pengabdian yang menjawab potensi dan kondisi nyata di lingkungan warga.
“Kami melihat di Lingkungan Prisen ini terdapat tempat penggilingan padi yang cukup besar, yang sudah menggunakan mesin uap berbahan bakar sekam yang dibakar sehingga proses penyediaan sekam menjadi lebih mudah dan jumlahnya pun cukup banyak. Namun kami juga melihat sisa sekam tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal. Dari situ kami tergerak untuk berbagi pengetahuan tentang cara mengolahnya menjadi briket sekam yang bermanfaat, mudah dibuat, serta ramah lingkungan.”
Nanang menegaskan, “Kami berharap melalui sosialisasi hari ini, warga bisa mendapatkan manfaat tambahan, tumpukan limbah di sekitar tempat penggilingan bisa berkurang, dan warga bisa memiliki alternatif bahan bakar yang lebih hemat. Semoga ilmu yang kami sampaikan bisa bermanfaat sepenuhnya bagi Ibu Miss, pengelola tempat penggilingan, dan seluruh warga Lingkungan Prisen, serta bisa terus dikembangkan bersama-sama.”
Melalui kegiatan ini, Mahasiswa KKM 20 Kelurahan Kiara Universitas Primagraha kembali menunjukkan bahwa pengabdian masyarakat juga bisa dilakukan dengan berbagi ilmu sederhana namun sangat berguna untuk memanfaatkan potensi yang sudah ada di lingkungan sekitar. Semoga pengetahuan mengenai briket sekam ini bisa terus diamalkan dan membawa manfaat yang luas bagi masyarakat Kelurahan Kiara.
(Red)












