Wapenja.com/Bandung – Dinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pendidikan vokasi dengan menerima kunjungan delegasi Liuzhou City Vocational College (LCVC) China) pada Kamis (25/6/2026). Pertemuan ini menjadi langkah strategis untuk membuka ruang kolaborasi internasional yang lebih luas, khususnya dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif.
Dalam agenda diskusi, kedua institusi membahas sejumlah program prioritas, mulai dari pelatihan bahasa Mandarin, pengembangan pusat pembelajaran terpadu (learning center), peningkatan kualitas tenaga pendidik, hingga pelatihan keterampilan teknis yang relevan dengan kebutuhan industri. Program-program tersebut diharapkan mampu menjawab tuntutan global sekaligus memperkuat daya saing lulusan vokasi Jawa Barat.
Kepala Disdik Jabar menegaskan bahwa penguasaan bahasa asing, khususnya Mandarin, kini menjadi kompetensi penting seiring dengan meningkatnya investasi perusahaan-perusahaan asal Tiongkok di Jawa Barat. “Kemampuan bahasa Mandarin akan membuka peluang lebih besar bagi siswa-siswi kita untuk terhubung dengan dunia kerja internasional,” ujarnya.
Selain memberikan manfaat langsung bagi peserta didik, kerja sama ini juga akan memperkuat kapasitas guru vokasi melalui pelatihan berstandar internasional. Dengan demikian, tenaga pendidik di Jawa Barat dapat mengembangkan metode pembelajaran yang lebih inovatif dan sesuai dengan kebutuhan industri modern.
Kolaborasi dengan LCVC tidak hanya dipandang sebagai kerja sama akademik, tetapi juga sebagai pintu masuk untuk memperluas jejaring kerja sama lintas negara. Hal ini membuka peluang bagi siswa untuk mendapatkan pengalaman magang, pertukaran pelajar, serta akses pada kurikulum vokasi yang lebih berorientasi global.
Melalui langkah ini, Jawa Barat menegaskan posisinya sebagai provinsi yang serius membangun pendidikan vokasi berkelas dunia. Sinergi internasional diharapkan mampu mencetak generasi muda yang siap menghadapi tantangan industri, sekaligus menjadi motor penggerak pembangunan daerah di era globalisasi.












