Miris! Warga Pandeglang Terpaksa Tandu Pasien, Jalan Rusak Jadi Ancaman Nyawa

Seorang warga terpaksa ditandu saat pulang dari rumah sakit karena jalan penghubung Desa Turus, Kecamatan Patia, menuju Desa Pasir Kadu tidak dapat dilalui kendaraan, Jumat, 17 April 2026.

Wapenja.com/Pandeglang – Buruknya kondisi infrastruktur di Kabupaten Pandeglang kembali menimbulkan dampak serius bagi layanan dasar masyarakat. Pada Jumat, 17 April 2026, seorang warga terpaksa ditandu saat pulang dari rumah sakit karena jalan penghubung Desa Turus, Kecamatan Patia, menuju Desa Pasir Kadu tidak dapat dilalui kendaraan.

Jalan tersebut dalam kondisi rusak berat, dipenuhi batu, berlubang, dan bertopografi terjal. Akses kendaraan roda dua maupun roda empat praktis terhambat, sehingga masyarakat yang membutuhkan penanganan cepat atau mobilitas dalam keadaan darurat harus menghadapi risiko besar. Bagi warga yang sedang sakit, kondisi ini bukan sekadar ketidaknyamanan, melainkan ancaman nyata terhadap keselamatan jiwa.

Dalam peristiwa ini, warga sekitar bergotong royong membawa pasien menggunakan tandu sederhana sepanjang jalur yang tidak layak. Tindakan solidaritas ini menunjukkan kepedulian masyarakat, namun sekaligus menegaskan betapa rapuhnya sistem akses kesehatan ketika infrastruktur dasar tidak mendukung.

Kondisi jalan rusak ini bukanlah hal baru. Warga telah lama mengeluhkan, bahkan sudah berulang kali menyampaikan aspirasi kepada pemerintah daerah. Namun hingga kini, belum ada penanganan serius. “Kalau ada warga sakit atau pulang dari rumah sakit seperti ini, kami terpaksa tandu. Jalan rusak parah, kendaraan tidak bisa masuk,” ungkap Hadi, salah satu warga dengan nada prihatin.

Peristiwa ini memperlihatkan bahwa masalah infrastruktur di Pandeglang bukan sekadar soal kenyamanan perjalanan, melainkan menyangkut hak dasar masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan yang layak. Jalan yang rusak parah menjadi penghalang utama bagi masyarakat desa dalam menjangkau fasilitas kesehatan, pendidikan, maupun aktivitas ekonomi.

Kasus ini menambah daftar panjang keluhan warga Pandeglang terkait akses jalan yang rusak dan terbengkalai. Di tengah janji pembangunan yang sering digaungkan, kenyataan di lapangan justru menunjukkan ketidakselarasan antara retorika dan tindakan. Peristiwa tandu pasien ini menjadi simbol nyata bahwa keterlambatan perbaikan infrastruktur dapat berujung pada ancaman nyawa.