Wapenja.com/Bekasi – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengumumkan dua program besar yang diyakini akan membawa dampak signifikan bagi masyarakat kelas pekerja dan keluarga berpenghasilan rendah di wilayah Bekasi dan Jawa Barat.
Program pertama adalah transformasi proyek hunian Meikarta di Cikarang menjadi apartemen bersubsidi. Dengan skema cicilan mulai dari Rp1 juta per bulan dan tenor hingga 30 tahun, hunian ini ditujukan bagi buruh pabrik, pekerja informal, serta masyarakat berpenghasilan rendah yang selama ini kesulitan mengakses perumahan layak. Menariknya, istilah “apartemen” dipilih alih-alih “rumah susun” untuk memberikan citra lebih modern dan meningkatkan rasa percaya diri masyarakat kelas pekerja. Langkah ini sekaligus menjadi strategi branding sosial, agar warga tidak merasa terpinggirkan dalam konteks pembangunan kota.
Program kedua adalah renovasi besar-besaran puluhan ribu rumah tidak layak huni (rutilahu) di Jawa Barat. Dimulai pada April 2026, program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemprov Jabar dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) yang dipimpin Menteri Maruarar Sirait. Sistem pendaftaran dibuat transparan melalui aplikasi khusus, tanpa syarat politik atau birokrasi berbelit. Syarat utama adalah rumah benar-benar milik warga tidak mampu, berdiri di atas tanah sendiri, dan tidak dalam sengketa hukum.
Kedua program ini menandai arah baru kebijakan perumahan di Jawa Barat. Dengan pendekatan inklusif, pemerintah daerah berupaya menjadikan Jawa Barat sebagai model nasional dalam penyediaan hunian terjangkau dan perbaikan kualitas hidup masyarakat. Dedi Mulyadi menegaskan bahwa kebijakan ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari strategi pemerataan pembangunan dan pengentasan kemiskinan.
Selain dampak langsung bagi warga, program ini juga dipandang sebagai langkah politik strategis. Hunian bersubsidi dan renovasi rutilahu berpotensi memperkuat dukungan masyarakat terhadap kepemimpinan Dedi Mulyadi, sekaligus menekan angka urbanisasi liar dan kawasan kumuh di sekitar Bekasi, Karawang, dan Bandung Raya.












